Aplikasi Belajar Bahasa Asing, Kursus Gratis dari HP

aplikasi belajar bahasa asing
Image from Pexels

GADTECH, ruber.id – Aplikasi belajar bahasa asing memungkinkan kamu untuk mengikuti kursus dengan biaya terjangkau, bahkan gratis alias tak perlu bayar sama sekali. Hanya dengan bermodalkan internet dan ponsel, kamu bisa mempelajari keahlian berkomunikasi dalam bahasa lain. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan ini!

Berbicara dengan bahasa asing merupakan suatu keahlian yang bisa kamu pelajari. Apalagi beberapa perusahaan melihat keahlian tersebut sebagai nilai plus dari pelamarnya. Sebagai contoh, dalam industri pariwisata dan perhotelan, menguasai bahasa asing menjadi pertimbangan yang berpotensi diterima. 

Selain itu, tren musik, drama dan film membuat orang tertarik dengan budaya negeri asalnya. Berkat drama korea juga, orang-orang tertarik belajar bahasa dari negeri ginseng itu. Inilah aplikasi belajar bahasa asing yang bisa kamu dapatkan di Playstore dan iOS. 

Aplikasi Belajar Bahasa Asing

Jika di jaman dulu orang-orang harus pergi ke tempat kursus untuk les bahasa, sekarang semuanya bisa kamu lakukan dari mana saja.

Duolingo

Untuk kamu yang suka dengan tema ceria dan penuh semangat, Duolingo adalah aplikasi belajar bahasa asing yang cocok. Aplikasi ini menyediakan lebih dari 20 bahasa asing dengan metode pembelajaran yang gampang dan asik. Tampilannya interface-nya pun sangat lucu dan penuh dengan kesan gembira. 

Baca juga:  Aplikasi Bobble Keyboard, Buat WhatsApp Kamu Jadi Lebih Keren

Kalau bosan belajar sendiri, kamu bisa mengajak teman atau keluarga dan buat grup di Duolingo. Kemudian, kamu bisa belajar bersama, saling berinteraksi, dan saling mengoreksi. 

Berbeda dengan aplikasi belajar bahasa asing lainnya, Duolingo menyediakan kursus dengan tema-tema tertentu di setiap bab. Pengguna akan menemukan perbendaharaan kosakata mulai dari kata benda, kalimat, dan sebagainya. 

Babbel

Hadir sejak Januari 2008, Babbel menjadi perangkat lunak yang mendukung teknologi pendidikan. Di aplikasi ini pengguna bisa belajar 14 bahasa mulai dari bahasa Belanda, bahasa Denmark, bahasa Indonesia, bahasa Italia, dan masih banyak lagi. Menurut situs resminya, saat Babbel punya lebih dari 1 juta pengguna aktif. 

Sebagai aplikasi belajar bahasa asing, Babbel memberi kemudahan untuk pemula. Setiap pelajaran perbendaharaan kata-kata disertai pembelitan lidah (tongue twister), pepatah, dan lagu. Para pengguna Babble juga bisa saling berinteraksi lewat message board. 

Baca juga:  Google Home, Asisten Pintar yang Semakin Dibutuhkan

Cake

Meski baru menyediakan bahasa Inggris dan Korea, Cake sudah menjadi saingan berat Duolingo. Pasalnya, Cake memberikan pembelajaran yang lebih kekinian dan relevan dengan masa kini. Pengguna bisa belajar kosakata baru lewat potongan film, vlog, dan juga podcast lengkap dengan terjemahan bahasa kita. 

Tapi tenang saja, setiap pengguna bisa memutar video-video tersebut dalam versi lambat. Dengan demikian, pengguna bisa menangkap dan menirukan kalimat-kalimat dalam video. Hal itu pun memungkinkan pengguna untuk melatih skill reading, listening, serta pronunciation sekaligus. 

Tandem Language Exchange

Ada banyak kendala orang tidak bisa pergi ke tempat kursus, salah satunya karena jadwal yang padat. Namun, siapa pun bisa menggunakan aplikasi belajar bahasa asing Tandem Language Exchange. Aplikasi ini membantu pengguna untuk terhubung dengan teman-teman yang sama-sama mau belajar. 

Di aplikasi ini, pengguna bisa berkenalan dan mengobrol dengan orang-orang dari berbagai negara. Untuk bergabung dengan komunitas, ada proses penyeleksian yang cukup ketat demi mencegah penyalahgunaan. Pengguna juga bisa menyewa pengajar online dengan harga terjangkau untuk les privat. 

Baca juga:  Ketahui Ini Dulu Sebelum Live Jualan di Aplikasi TikTok, para Seller Pemula Wajib Tahu

ELSA (English Learning Speak Assistance)

Berbeda dengan aplikasi belajar bahasa asing lainnya, ELSA menerapkan kecerdasan buatan dan pengenalan suara. ELSA adalah aplikasi yang menyediakan pembelajaran bahasa Inggris secara dua arah. Saat pengguna melafalkan kalimat tertentu, sistem kecerdasan buatan ini secara otomatis akan menganalisa dan memberi perbaikan. 

ELSA berbasis di San Fransisco dan telah hadir sejak tahun 2015. Dengan teknologi kecerdasan buatan tersebut, ELSA mampu melatih pengucapan bahasa Inggris secara akurat. Aplikasi ini bisa mendeteksi kesalahan pengguna dengan tingkat akurasi hingga 95%. 

Menariknya, di ELSA pengguna bisa memilih pelajaran sesuai misi seperti dialog saat wisata, olahraga, dan pekerjaan. Saat ini ada lebih dari 6,5 juta pengguna aktif yang tersebar di berbagai negara. Untuk meningkatkan perkembangan bisnis, ELSA melebarkan ekspansi ke India, Jepang, serta Indonesia.