29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Alasan Masyarakat Indonesia Mudah Terjerat Pinjol Ilegal

BERITA TEKNO, ruber.id – Di tengah pandemi yang belum ada tanda berkesudahan, masyarakat pun terpaksa memutar otak untuk bertahan dalam badai krisis. Tak hanya itu, banyak yang akhirnya terjerat pada utang-piutang tak berkesudahan.

Hal yang paling meresahkan akhir-akhir ini adalah pinjaman online (Pinjol) yang ilegal alias tidak diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengapa masih banyak masyarakat yang nekat untuk meminjam di Pinjol ilegal? Tak lain dan tak bukan karena persyaratannya sangat mudah dan para pelakunya memasarkan Pinjol ilegal mereka secara masif di beberapa platform media sosial.

BACA JUGA:  #WhatsAppDown Sejak Sore, Bikin Kesal, Jadi Trending Topic Dunia

Kondisi yang tertekan membuat pengguna tidak lagi mengecek legalitas dari fintech yang mereka pakai. Peminjamannya memang maksimal Rp 2 juta, namun pada akhirnya peminjam dibebankan bunga yang cukup mencekik leher.

BACA JUGA:  Rekomendasi Aplikasi Karaoke Buat Kamu yang Hobi Bernyanyi

Melansir dari Antara, hingga 17 Agustus 2021, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pinjol ilegal masih berjumlah ribuan. Tidak kurang dari 3.856, Kominfo telah menutup akses Fintech yang legalitasnya diragukan sejak 2018.

OJK juga berupaya menggandeng Google demi menekan angka pertumbuhan Pinjol ilegal. Menurut Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, pihak Google telah merespon permintaan mereka terkait kerjasama mengenai syarat wajib legalitas OJK agar bisa membuat aplikasi di Play Store.

BACA JUGA:  Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Simpan Nomor, Begini Caranya

“Semoga langkah ini bisa benar-benar memberatas Pinjol ilegal di Indonesia,” ujar Anto.

Penulis: Ardini Maharani DS
Editor: Bam

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles