23.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

4 Tahun Terakhir, Abrasi di Pantai Ciparanti Pangandaran Semakin Parah

WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi jalan terdampak abrasi, Jumat (13/9/2019). istimewa

PANGANDARAN, ruber.id — 4 tahun terakhir, kondisi Pantai Ciparanti yang mengalami abrasi di Kabupaten Pangandaran semakin parah.

Akibatnya, akses jalan nasional yang sering dilalui warga Pangandaran dan Tasikmalaya ini terancam.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi pesisir pantai di Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak bersama sejumlah pejabat Pemprov.

Uu mengatakan, jalan nasional di Kabupaten Pangandaran yang terdampak abrasi ini sepanjang 2 Kilometer.

Penanganannya, kata Uu, harus menggunakan teknologi canggih, karena jika ditangani secara manual tidak akan kuat lama.

“Tahun ini penyelesaian detail enggineering desain (DED) rampung, itu target kami. Jadi untuk pelaksanaanya bisa dilakukan tahun depan,” katanya kepada ruber, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA:  Kesadaran Pengusaha Hotel dan Restoran di Pangandaran Masih Rendah
BACA JUGA:  Kesadaran Pengusaha Hotel dan Restoran di Pangandaran Masih Rendah

Uu menuturkan, jalan yang terdampak abrasi beberapa waktu lalu ini harus segera dilakukan dengan penanganan yang profesional agar pengguna jalan merasa nyaman.

“Kondisinya juga sudah sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan bagi pengguna jalan. Jarak antara bibir pantai ke jalur jalan itu kurang lebih 20 Meter,” tuturnya.

Selain meninjau lokasi yang terdampak abrasi, pihaknya juga berkunjung ke Bendungan Wisata Curug Sawer di Dusun Ciwalini, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak.

Uu menyebutkan, ada 3 manfaat jika potensi wisata alam ‘Curug Sawer’ tersebut dilakukan pembangunan, di antaranya ribuan hektare pesawahan warga di beberapa desa itu pun akan terairi.

“Kalau mencapai lebih 3.000 hektare kan sudah kewenangan Pemprov, jadi masyarakat di sini meminta bantuan kepada Pemprov agar air dari bendungan bisa dimanfaatkan warga,” sebutnya.

BACA JUGA:  Cerita Anak Putus Sekolah di Pangandaran, Jadi Pemulung Sambil Asuh Adik, Mengaku Ingin Masuk SD Lagi

Terlebih, kata Uu, menggali potensi wisata minimal 10 desa di tiap kabupaten/kota merupakan tugas dirinya bersama Kang Emil (Gubernur Jabar).

BACA JUGA:  Pangandaran Diguncang Gempa 4,9 SR, Nihil Potensi Tsunami

“Kami akan meningkatkan sekaligus membantu agar potensi wisata Curug Sawer bisa bermanfaat. Bahkan, laporan dari warga juga Curug Sawer ini sudah banyak didatangi pengunjung.”

“Kemudian, Bendungan Curug Sawer itu bisa dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam BAPPEDA Provinsi Jawa Barat Indra Sofyan memaparkan, pihaknya akan mencari penyebab abrasi di Pantai Ciparanti tersebut.

“Dalam masalah ini, PSDA harus memasang pemecah ombak (breakwater) terlebih dahulu.”

“Upaya itu sudah dilakukan di Pantai Barat Pangandaran, jadi kencangnya ombak akan berkurang jika dibangun breakwater,” paparnya.

BACA JUGA:  Pangandaran Diguncang Gempa 4,9 SR, Nihil Potensi Tsunami

Indra menjelaskan, kewenangan PSDA Provinsi dalam masalah seperti ini 100 Meter dari mulut laut ke daratan, sedangkan sempadan jalan itu kewenangannya ada di Kementerian Pekerjaan Umum.

“Sejak 4 tahun terakhir ini abrasi semakin parah, ditambah lagi dengan seringnya terjadi air laut pasang hingga naik ke jalan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemancing asal Cilacap Ditemukan Tewas di Pantai Palatar Agung Pangandaran

Dari pantauan, kunjungan kerja Wakil Gubernur ke Kabupaten Pangandaran itu juga meninjau lokasi abrasi di Pesisir Pantai Pasirgede, Dusun Citotok dan tempat pendaratan perahu nelayan di Legok Jawa, Kecamatan Cimerak. syam

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles