Selasa, 11 Agu 2020

Waspada Virus Corona! Jika Panas Badang di Atas 38 Derajat Segera Datang ke RSUD Al Ihsan Bandung

Baca Juga

Pemkab Gandeng Bulog, Bansos COVID-19 Tahap 2 Serap Beras Petani Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Bantuan jaring pengaman sosial (JPS) penanggulangan COVID-19 dari Pemkab Pangandaran, Jawa Barat tahap dua akan dilaksanakan oleh Bulog (Badan...

CPNS 2014 di Pangandaran Berpotensi Isi Jabatan Kosong

PANGANDARAN, ruber -- Sebanyak 35 jabatan struktural di lingkungan Pemkab Pangandaran belum terisi. Kepala Bidang Pengembangan Karir Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM Kabupaten Pangandaran Ganjar Nugraha...

Kabar Duka, Pasien Positif Corona asal Paseh Sumedang Meninggal Dunia

SUMEDANG, ruber.id - Innalilahi Wa Inna Ilaihirojiun, kabar duka datang dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pasien positif COVID-19 asal...

Sering Jadi Biang Keributan, Polsek Pangandaran Amankan Ratusan Botol Miras

PANGANDARAN, ruber -- Sebanyak 111 botol minuman keras (Miras) berbagai merek dan jenis diamankan jajaran Polsek Pangandaran, Sabtu (06/04/2019) malam. BACA JUGA: Seorang Pelajar Tewas...

Waspada Virus Corona! Jika Panas Badang di Atas 38 Derajat Segera Datang ke RSUD Al Ihsan Bandung

KOTA BANDUNG, ruber.id — RSUD Al Ihsan Jawa Barat membuka posko kesehatan untuk mewaspadai penyebaran virus corona.

Posko mulai dibuka hari ini, Senin (27/1/2020), dan akan melayani warga tiap hari.

Wakil Direktur Pelayanan Medik Penunjang dan Keperawatan RSUD Al Ihsan Hadri Pramono mengatakan, dibukanya posko ini sebagai inisiatif untuk melayani warga.

Nanti, kata Hadri, di posko akan ada dokter dan perawat yang berjaga 7×24 jam.

Posko, kata Hadri, akan buka sampai ada pemberitahuan selanjutnya dari Kementerian Kesehatan, bahwa masa kewaspadaan corona virus berakhir.

Posko bernama Pusat Informasi dan Krisis Center Novel Corona Virus RSUD Al Ihsan ini didirikan di depan pintu masuk IGD.

Posko, berfungsi sebagai tes penyaringan (screening), pusat informasi, serta pusat krisis virus flu misterius yang saat ini sedang mewabah di China.

Nantinya, tiap pasien dan keluarga dengan keluhan seperti demam, batuk pilek, sulit bernapas, akan dites dengan thermal screener.

“Alatnya seperti pistol, ditempelkan di kulit untuk mengukur suhu tubuh,” kata Hadri.

Hadri menjelaskan, jika alat ini mendeteksi panas badan seseorang di atas 38 derajat, maka yang bersangkutan akan dipisahkan dari kelompok yang lain.

Lalu, ditanyai oleh tim dokter tentang riwayat perjalanan sebelumnya. Jika panas badannya di atas 38 derajat, pasti itu penyebabnya virus.

“Dokter akan tanya apakah baru-baru ini pulang dari China, Singapura, atau negara yang sudah terjangkit lainnya,” katanya.

Hadri menyebutkan, jika pasien pernah ada riwayat perjalanan ke negara terjangkit, maka rumah sakit akan menetapkan pasien sebagai suspect coronavirus.

Kemudian, rumah sakit akan memasukkan pasien ke ruangan khusus yang telah disediakan.

“Kami punya satu ruangan khusus dengan tekanan negatif. Jadi, udara di dalam ruang isolasi tetap steril dan tidak akan mengontaminasi ke luar,” sebutnya.

Hadri mengimbau, warga tidak perlu panik tapi tetap harus waspada.

Sebab, hingga saat ini, belum ada informasi yang rinci, jelas, dan pasti mengenai virus ini.

Baik dari Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahkan Pemerintah China sendiri.

“Masih simpang siur, tidak ada informasi yang jelas. Tapi, corona virus mengandung DNA atau untaian genetika yang gampang bermutasi.”

“Kita sudah belajar, Indonesia pernah mengalami pandemi flu babi (H1N1, 2009), dan outbreak flu burung (H5N1, 2005). Jadi tetap harus waspada,” ucap Hadri.

Apalagi, kata Hadri, saat ini, Jawa Barat tengah diguyur hujan hampir merata di semua wilayah.

Sehingga, warga diimbau untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat.

Kemudian, rajin berolahraga, serta segera ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat jika panas badan di atas 38 derajat, apalagi ada batuk pilek dan sukar bernapas.

“Bila mengalami gejala panas badan demam di atas 38 derajat celcius, batuk dan sukar bernapas, dan riwayat pernah bepergian ke China/Wuhan/Singapura atau dari negara terjangkit coronavirus.”

“Segera diperiksa kesehatannya ke Posko Pusat Informasi dan Crisis Center Coronavirus di RSUD Al Ihsan. Jangan menunggu tiga hari dulu,” katanya. (R005)

Baca berita lainnya: Warga Diminta Tidak Panik dengan Virus Corona

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Guru asal Situraja Positif Corona Ikut Rapat, 10 Pegawai Disparbudpora Sumedang Isolasi Mandiri

SUMEDANG, ruber.id - Seorang guru di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif corona. Guru yang juga panitia hajat...

Rancangan KUPA-PPAS Disetujui Enam Fraksi di DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyetujui dan menerima penjelasan bupati. Hal itu terkait rancangan Kebijakan...

Bocah Tenggelam di Muara Ciasem Subang Ditemukan

SUBANG, ruber.id - Indra, 9, bocah yang tenggelam saat berenang di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat ditemukan, Minggu (9/8/2020) malam...

Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

SUMEDANG, ruber.id - Perkebunan teh Margawindu di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendadak ramai dikunjungi para pecinta alam,...

Bocah asal Subang Hilang di Kali Muara Ciasem

SUBANG, ruber.id - Indra, bocah umur 9, hilag tenggelam di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2020) sekitar jam 14.00...