Thursday, 2 Apr 2020

Wakili Warga Pangandaran, Bupati Jeje Kecam Ridwan Saidi

Baca Juga

TPA Cibeureum Bakal Jadi Sandungan Sumedang Raih Adipura

SUMEDANG, ruber - TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah di Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang diprediksi bakal menjadi batu sandungan untuk meraih Adipura tahun 2019 ini. Kondisi...

Pemprov Jabar Akan Bangun Pusat Budaya Galuh, Bukti Ada Kerajaan di Ciamis

CIAMIS, ruber.id -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan menggelontorkan dana untuk membangun miniatur Pusat Budaya Galuh di Situs...

Baru 98 Objek Parkir yang Daftar Wajib Pajak, BPKD Pangandaran Lakukan Jemput Bola

PANGANDARAN, ruber -- Kesadaran warga mendaftar sebagai Wajib Pajak (WP) di Kabupaten Pangandaran masih tergolong rendah. BACA JUGA: Banyak Perusahaan di Pangandaran Belum Sadar UMK Kepala Sub...

Jawab Arahan Presiden Jokowi, Jabar Siap Bersinergi Tanggulangi Bencana Alam

BOGOR, ruber.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2020 di...

PANGANDARAN, ruber.id — Dalam acara Safari Budaya ‘Ngariksa Jagat Nguriling Nagri ka Tepis Wiring’, Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengecam keras pernyataan budayawan Ridwan Saidi.

Jeje menyampaikan, atas nama masyarakat Pangandaran yang pernah menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis mengaku sangat kecewa dengan pernyataan Ridwan Saidi.

“Ridwan Saidi menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan dan mengartikan Galuh itu brutal,” katanya di Lapang Surawangsa Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Minggu (16/2/2020) malam ini.

Jeje menuturkan, kegiatan safari budaya merupakan upaya pemerintah daerah untuk memberi kesempatan kepada pelaku seni di tiap kecamatan dengan menampilkan potensinya.

Terlebih, ditampilkannya berbagai kesenian pada malam ini sebagai bentuk perlawanan sekaligus membuktikan bahwa seni budaya warisan leluhur itu masih lestari.

Bahkan, kata Jeje, pemerintah daerah akan berupaya membantu pelaku seni agar lebih layak tampil dengan maksimal.

Pantauan ruber.id di lapangan, Bupati Jeje didaulat ke pangggung dan berdialog dengan seorang Sinden Ronggeng Esah, 60, yang telah menggeluti seni sejak puluhan tahun.

Meski diguyur hujan ringan, ribuan masyarakat tetap bertahan di lapangan menyaksikan pertunjukan Safari Budaya Bupati Pangandaran.

Adapun berbagai kesenian yang ditampikan, di antaranya Ronggeng Gunung; Pencak Silat; Wayang Golek.

Kemudian Tari Modern; Kosidah; Kacapi Guyon; Puisi Jang Galuh; Ronggeng Amen dan Tari Bambangan Cakil. (R002/dede ihsan)

BERITA TERKAIT: Budayawan Unjuk Rasa Kecam Ridwan Saidi, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Ciamis

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.