20.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Tiga Benteng Pengintai Zaman Jepang Ditemukan di Pantai Dadap Indramayu

Tiga Benteng Pengintai Zaman Jepang Ditemukan di Pantai Dadap Indramayu

INDRAMAYU, ruber.id — Warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menemukan 3 benteng pengintai atau benteng perlindungan di sekitar Pantai Dadap.

Bangunan beton ini satu di antaranya ditemukan di Blok Kongsi Lawas atau Baro Buntung dalam kondisi utuh, dan terdapat di pesisir pantai.

Bangunan tersebut memiliki dua jendela pengintai dan satu buah pintu yang digunakan untuk keluar masuk.

BACA JUGA: Petani Ini Kaget Temukan Mortir Aktif Peninggalan Jepang

Kepala Desa Dadap Asrikin mengatakan, bangunan pengintai pada masa penjajahan Jepang ini sudah diketaui sejak tahun 1970-an.

Namun, kata Asrikin, keberadaannya baru diketahui karena sebelumnya tertimbun material abrasi.

BACA JUGA:  Sejarah Kerajaan Kutai, dari Hindu Menjadi Islam
BACA JUGA:  Sejarah Nintendo, Game Watch Paling Digandrungi Anak Zaman Dulu

Pihaknya, kata Asrikin, menerima informasi awal dari anak buah Pak Sentot.

“Dia mengatakan di Dadap ini banyak sekali peninggalan masa penjajahan Jepang,” kata Asrikin dikutip ruber.id dari laman IJNews.

Setelah menerima informasi ini, kata Asrikin, pihak desa bersama warga terus berupaya melakukan pencarian.

Areal pencarian dilakukan di sekitar lokasi yang saat ini dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Dari hasil pencarian tersebut, kata Asrikin, akhirnya ditemukan satu buah bangunan berupa pillbox perlindungan.

Sementara, dua buah lainnya masih berada di muara Pelabuhan Dadap dan pesisir pantai di Blok Baro Buntung.

Penemuan ini, lanjut Asrikin, akan dikomunikasikan dengan Tim Ahli Cagar Budaya Indramayu.

BACA JUGA:  Sejarah Nintendo, Game Watch Paling Digandrungi Anak Zaman Dulu
BACA JUGA:  Kereta Api Jaya Baya Hajar Terios di Indramayu, Ini Identitas 7 Korban Tewas

Juga, kata Asrikin, kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu.

Jika memungkinkan, lanjut Asrikin, penemuan benteng eks zaman Jepang ini akan dijadikan objek wisata.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu Dedy Musashi menyatakan, sudah melaporkan penemuan ini ke Balai Arkeologi Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten.

Dedy menuturkan, temuan pillbox masa kolonial ini dapat menjelaskan bahwa wilayah Dadap, identik sebagai kawasan pelabuhan pada masa lampau.

“Penemuan ini tentunya sangat menarik. Sehingga nantinya dapat mengungkap Pantai Dadap yang konon dikenal sebagai salah satu pelabuhan tua di pesisir Jawa,” jelas Dedy. IJNews

Baca berita lainnya: Cantigi, Asal Muasal Nama Objek Wisata Karang Tirta Pangandaran

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles