Wednesday, 8 Jul 2020

Terowongan Wilhelmina Pangandaran, Dikenal Angker Sejak Dibangun, Simpan Nilai Historis

Baca Juga

Tiga Kobong Ponpes Al Hikamusalafiah Sumedang Ludes Terbakar, Barang Berharga Milik Santri Ikut Hangus

TANJUNGKERTA, ruber.id - Tiga lokal bangunan kobong santri di Pondok Pesantren Al Hikamusalafiah di Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, ludes dilalap si...

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Bantah Soal Pungli Uang Tunda, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Bantah Soal Pungli Uang Tunda, Ini Penjelasannya KOTA BANJAR, ruber.id -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Herman membantah adanya pungutan...

Polres Sumedang Gilas 1998 Botol Miras Jelang Ramadan

SUMEDANG, ruber -- Polres Sumedang musnahkan 1998 botol minuman keras berbagai merek di Mapolres Sumedang, Ahad (5/5/2019). Pemusnahan miras hasil sitaan selama operasi cipta kondisi...

62 Kades Terpilih di Pangandaran Dilantik, Bupati Jeje: Harus Pintar Cari Sumber Anggaran

62 Kades Terpilih di Pangandaran Dilantik, Bupati Jeje: Harus Pintar Cari Sumber Anggaran PANGANDARAN, ruber.id -- Sebanyak 62 kepala desa (kades) pemenang Pilkades serentak 2019...

PANGANDARAN, ruber.id – Terowongan Wilhelmina merupakan jalur kereta api Banjar-Cijulang peninggalan zaman Belanda.

Terowongan Wilhelmina dinobatkan sebagai terowongan terpanjang dan terindah dari 10 terowongan yang ada di Indonesia.

Hal ini karena pemandangan alam, mulai dari pegunungan dan pantai dapat terlihat jelas dari kereta api.

Data yang dihimpun dari sejumlah sumber, panjang terowongan ini mencapai 1208 meter.

Tepatnya berada di kilometer 82 jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran.

Salah seorang saksi sejarah yang hidup di masa jalur KA Banjar- Cijulang masih aktif, Nene Rohaeti mengatakan, jalur ini dibangun penjajah Belanda oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen.

“Terowongan ini dibangun pada tahun 1914 dan diresmikan pada tanggal 1 juni 1921,” katanya, kepada ruber.id, belum lama ini.

BACA JUGA: Reaktivasi 4 Jalur Kereta Api di Selatan Jabar Pelik tapi Perlu, Ini Alasannya

Nama Wilhelmina sendiri, merupakan nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria.

“Wilhelmina Helena Pauline Maria merupakan Ratu Kerajaan Belanda pada tahun 1890-1948,” jelasnya.

Semula, kata dia, lokasi Terowongan Wilhelmina adalah perbukitan kapur yang berlokasi Desa Bagolo dan Desa Empak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran.

“Terowongan ini sangat angker, bahkan memiliki kisah misterius saat pembangunannya dilakukan,” ungkapnya.

Karena dinilai angker, kata dia, ketika membangun Terowongan Wilhelmina, pada tahun 1916, sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja.

Alasannya, kata dia, selain lokasinya sulit, banyak pekerja yang mengalami sakit hingga akhirnya meninggal secara tiba-tiba.

“Saat itu perusahaan kereta api Belanda berusaha menyelesaikan pembangunan.”

“Karena jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi seperti kopra, padi dan rempah,” jelasnya.

Pantauan ruber.id, saat ini, keberadaa terowongan Wilhelmina sangat memprihatinkan karena di sekeliling bangunan dipenuhi ilalang dan rumput liar yang tumbuh tidak beraturan.

Bahkan, rel kereta api di lokasi tersebut juga sudah banyak yang hilang.

Selain itu, muka terowongan yang tidak terurus dirambati akar semak belukar.

Hal ini membuat pamor dari bangunan bersejarah itu terkesan angker.

Jalur kereta api Banjar-Cijulang ini memang memiliki banyak jembatan dan 4 terowongan. Selain Terowongan Wilhelmina ini, juga ada Terowongan Batulawang sepanjang 281.5 meter.

Kemudian Terowongan Hendrik sepanjang 105 meter, dan Terowongan Juliana sepanjang 147.70 meter. (Dok ruber.id/Syam)

BACA JUGA: Cerita di Balik Angkernya Terowongan Panyirapan Sumedang, Pegawai Proyek Ketakutan Lihat Tulang Belulang Manusia

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA, ruber.id - Janji Walikota Tasikmalaya Budi Budiman untuk transparan terkait alokasi anggaran COVID-19 hingga kini tak jelas...

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.