28.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Siasati Pandemi Corona, IRMA Masjid Agung Ciamis Buka Pesantren Kilat Online

CIAMIS, ruber.id – Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Masjid Agung Ciamis bekerjasama dengan DTA Qurrotul Ain menggelar pesantren kilat online.

Dibukanya pesantren kilat online ini sebagai upaya menyiasati aktivitas keagamaan selama Ramadan 1441 Hijriah tetap berlangsung meski di tengah pandemi COVID-19.

Ketua IRMA DKM Masjid Agung Ciamis Asep Nurul Huda menjelaskan, pesantren kilat dalam jaringan (Daring) ini digelar karena sesuai surat edaran Bupati Ciamis Nomor 005/320-Kesra.

Tentang pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan di tengah pandemi corona di Kabupaten Ciamis.

Maka, sesuai ajuran pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah yang melarang agar tidak berkerumun di suatu tempat. Maka, IRMA Masjid Agung Ciamis menggelar kegiatan pesantren kilat secara online.

BACA JUGA:  Penanganan Kasus KDRT Oknum Anggota DPRD Dianggap Lamban, Padahal Ada Bukti CCTV
BACA JUGA:  Nambah Lagi 5, Kasus Positif Covid-19 di Garut Tembus 80 Orang

“Pesantren kilat online ini juga sudah tertuang dalam surat edaran Bupati Ciamis.”

“Tentang ibadah bulan suci Ramadan di tengah pandemi corona, agar pelaksanaannya dilakukan melalui media daring atau online,” katanya, Rabu (29/4/2020).

Asep mengatakan, pesantren kilat online ini diisi oleh berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/Sederajat.

Untuk kelasnya, kata dia, akan terpisah, seperti kelas laki-laki, dan perempuan akan dipisahkan.

“Pesantren kilat online ini sangat sederhana dan bisa diikuti berbagai kalangan. Modalnya hanya handphone saja untuk bisa mengikuti pesantren kilat online ini,” ucapnya.

Untuk materi pembelajaran, kata dia, ada kelas tahfidz, alquran, tauhid, akhlak, fiqih, dan sirah.

Sementara untuk teknik pembelajaran, lanjut dia, akan menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, dan WhatsApp.

BACA JUGA:  Petugas Medis Covid-19 di Inggris Nyanyikan Lagu Kebesaran Liverpool, Klopp Berderai Air Mata

“Untuk di WhatsApp, kami gunakan untuk mengumpulkan peserta dan wali kelasnya.”

“Untuk pertemuan daringnya, nanti via Google Meet maupun aplikasi Zoom, sesuai jaringan yang ada nanti,” jelasnya.

BACA JUGA:  DTKS Kacau, DPR Minta Pemerintah Segera Mutakhirkan Data Penerima Bansos COVID-19

Asep menyebutkan, tiap materi nantinya akan direkam terlebih dahulu dan durasinya sesuai kelasnya.

Setelah direkam, kata Asep, langsung diedit dan masukan langsung ke grup WhatsApp.

“Jadi nanti para peserta akan melihat dari video itu. Sehingga tidak terlalu banyak online.”

“Memang semuanya serba online, tapi kendalanya ada pada jaringan. Jadi kalau offline, peserta bisa melihat video pembelajaran berkali-kali,” sebutnya.

Asep mengatakan, untuk waktu pelaksanaanya akan dilaksankan pada 1-20 Mei 2020.

Namun, kata dia, untuk pendaftaran dibuka pada tanggal 26-30 April 2020.

BACA JUGA:  Nambah Lagi 5, Kasus Positif Covid-19 di Garut Tembus 80 Orang

“Untuk biayanya murah, hanya Rp50.000. Dan bagi calon peserta yang akan mendaftar nanti, akan ada call center.”

“Bagi peserta yang sudah mengikuti pesantren kilat online ini akan diberi e-Sertifikat,” ucapnya. (R012/Akrim)

BACA JUGA: Remaja di Ciamis Positif Corona, Punya Riwayat Perjalanan ke Tasikmalaya

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles