Friday, 3 Apr 2020

Sejarah Panjang Perjalanan Bus Medal Sekarwangi, dari Hasil Bumi Lahirlah Bis Peristiwa

Baca Juga

Bupati Sumedang Wisuda 1019 Santri

SUMEDANG, ruber -- Sebanyak 1019 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) se-Kabupaten Sumedang diwisuda, Ahad (21/4/2019). BACA JUGA: Besok, 17.456 Siswa SD/MI di Sumedang Jalani USBN Prosesi...

LPPD Sumedang Turun 18 Peringkat, Bupati Minta Seluruh OPD Tingkatkan Kinerja

SUMEDANG, ruber -- Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah atau LPPD Kabupaten Sumedang dari tahun 2016 ke tahun 2017 turun 18 peringkat. Pada tahun 2016, LPPD Kabupaten...

Yuk Ikutan Lomba Vlog West Java Paragliding World Championship 2019, Pokja Wartawan Sumedang Siapkan Hadiah Rp25 Juta

Yuk Ikutan, Lomba Vlog West Java Paragliding World Championship 2019, Pokja Wartawan Sumedang Siapkan Hadiah Rp25 Juta SUMEDANG, ruber.id -- Kabar gembira buat kalian yang...

Operasi Pasar Sembako Murah dan Senam Massal Partai Berkarya di Tasik Diserbu Kaum Ibu-ibu

TASIK KOTA, ruber -- Operasi Pasar Sembako Murah dan Senam Massal yang digelar di Lapangan Alun-alun Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/1/2019) cukup diminati warga. BACA...

BAGIAN 1
SUMEDANG, ruber.id
– Tanggal 8 Desember 1951, menjadi hari bersejarah bagi Perusahaan Otobus (PO) Medal Sekarwangi.

Pada tanggal ini, (Alm) H Atang Sobandi membeli satu unit bus yang diberi nama Bis Peristiwa.

Angkutan massal berupa bus pertama di Sumedang ini memiliki trayek Hariang (Buahdua)-Sumedang.

Bus pertama inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Perusahaan Otobus (PO) Medal Sekarwangi.

Pimpinan Harian PO Medal Sekarwangi Hendi Kusmara menyebutkan, sejarah awal PO Medal Sekarwangi, dimulai dari perusahaan Sinar Muda, yang bergerak di bidang hasil bumi.

Perusahaan ini, didirikan (Alm) Apih Sukarya pada tahun 1949.

Apih Sukarya, merupakan Ayahanda pendiri sekaligus pimpinan perusahaan PO Medal Sekarwangi (Alm) H Atang Sobandi.

“Perusahaan Sinar Muda ini berlokasi di Sukarame, Sumedang,” kata Hendi di ruang kerjanya di Jalan Pangeran Kornel Nomor 147 Sumedang, Kamis, 31 Mei 2012.

Pada masanya, kata Hendi, Apih Sukarya dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses dengan usaha hasil buminya.

Selain sebagai pengusaha hasil bumi, kata Hendi, Apih Sukarya juga merupakan seniman panggung sandiwara.

Sehingga, pada tahun tersebut, Apih Sukarya juga membentuk kelompok kesenian bernama Medal Sekarwangi.

“Dulu, Apih kesohor dengan nama panggung Ibro,” ucap Hendi.

Dari sana, kata Hendi, pada 8 Desemberi 1951, salah seorang anak Apih yaitu H Atang Sobandi menjadi penerus perusahaan Sinar Muda.

Saat diberi kepercayaan memimpin perusahaan Sinar Muda inilah, Atang Sobandi mulai fokus pada jalur usaha Perusahaan Otorbus.

“Dan sejak saat dipimpin H Atang ini, nama grup kesenian panggung sandiwara Apih, dipilih menjadi nama perusahaan,” kata Hendi.

Fokus Kembangkan Perusahaan Otobus

PERINTIS PO Medal Sekarwangi (Alm) H Atang Sobandi terpangpang di ruang kantor di Jalan Pangeran Kornel, Sumedang. dok/ruber.id

Hendi menuturkan, sejak H Atang fokus mengembangkan PO Medal Sekarwangi, pada 1952, PO Medal Sekarwangi kemudian menambah 10 unit armada bus baru.

Di tahun 1952 itu, PO Medal Sekarwangi memiliki trayek Hariang-Sumedang, Wado-Sumedang, dan Wado-Jakarta.

Hendi menyebutkan, seiring dengan perjalanan, PO Medal Sekarwangi terus mengalami perkembangan pesat.

Tepatnya tahun 1960, H Atang kembali menambah satu armada baru, bus merek Dodge.

Pada tahun ini pula, PO Medal Sekarwangi merubah jalur trayek dari sebelumnya Wado-Jakarta menjadi Sumedang-Jakarta.

“Pada tahun itu, PO Medal Sekarwangi menemui masa kejayaannya,” terang Hendi.

Terlebih, kata Hendi, sejak PO Medal Sekarwangi dipercaya peremintah Republik Indonesia.

Tepatnya sekitar tahun 1969, melalui komando dari Gubernur DKI Jakarta H Ali Sadikin saat itu, PO Medal Sekarwangi dipercaya mengelola bus kota yang berdomisili di Jakarta.

Kepercayaan yang diberikan pemerintah RI ini, tak disia-siakan H Atang Sobandi.

Selain terus menambah jumlah armada dengan trayek Sumedang-Jakarta.

Dan hingga tahun 1979, Perusahaan Otobus Medal Sekarwangi menjadi pengelola armada bus kota di Jakarta.

Namun tak lama, pengelolaan bus kota di Jakarta ini kembali diambil alih oleh pemerintah.

Sebagai gantinya, kata Hendi, Medal Sekarwangi kembali fokus pada trayek antarkota. Yaitu Sumedang-Jakarta.

Kemudian, pada tahun 1979, kata Hendi, PO Medal Sekarwangi menjadi perintis bus patas AC pertama yang mendapat trayek Bandung-Jakarta via Tol Jagorawi.

Pada masa kejayaannya ini, PO Medal Sekarwangi memiliki tiga kantor di tiga daerah berbeda.

Yakni di daerah Jakarta, Bandung, dan Sumedang.

Semua itu terwujud, kata Hendi, berkat jalinan komunikasi dan kerjasama yang dibangun (Alm) H Atang Sobandi.

Baik itu dengan pemerintah, karyawan, hingga para penumpang.

“Sehingga wajar, jika hingga saat ini Bus Medal Sekarwangi tetap eksis. Ini berkat fanatisme para penumpangnya,” ujar Hendi. (R003/Arsip ruber.id)

Baca berita KOPI PAGI lainnya: Pondok Pesantren Asyrofuddin, Pertama dan Tertua di Sumedang

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.