Thursday, 2 Apr 2020

Resmi Gabung Inter Milan, Ini Profil Lengkap Victor Moses

Baca Juga

Gol Perdana Nick, Selamatkan Persib Bandung dari Kekalahan

ruberSPORT -- Persib Bandung berhasil mencuri angka pada lawatan perdananya di putaran kedua Liga 1 Indonesia 2019. Tandang ke kandang PS Tira Persikabo, Persib Bandung...

Saat Upacara Sumpah Pemuda, Bupati Sumedang Lepas Peserta Jumbara PMR Tingkat Jabar

Saat Upacara Sumpah Pemuda, Bupati Sumedang Lepas Peserta Jumbara PMR Tingkat Jabar SUMEDANG, ruber.id -- Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir melepas peserta asal Kabupaten...

Sawah Kekeringan, Pemkab Pangandaran Turunkan Bantuan Pompa Air ke Sejumlah Wilayah

PANGANDARAN, ruber -- Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran salurkan bantuan perpompaan besar di lokasi sawah yang mengalami kekeringan, Senin (12/8/2019). Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura...

Pemohon Kartu Kuning Membeludak, 3000 Warga Pangandaran Pilih Cari Kerja di Luar Daerah

PANGANDARAN, ruber -- Paskalibur Lebaran 2019, pemohon kartu kuning di Kabupaten Pangandaran membeludak. Tercatat, 3000 di antaranya, warga memilih mencari kerja di luar daerah. Kepala...

————————
Bek sayap asal Nigeria ini bergabung dari Chelsea melalui kesepakatan peminjaman dengan opsi pembelian.
————————-

SPORT, ruber.id — Victor Moses resmi menjadi pemain Inter Milan. Kepastian ini diumumkan dalam situs resmi klub, inter.it, Kamis (23/1/2020) malam WIB.

Pemain berkebangsaan Nigeria berumur 29 tahun ini bergabung dari Chelsea dengan Inter Milan melalui kesepakatan peminjaman dengan opsi pembelian.

Dilansir dari situs resmi klub, inter.it, Victor Moses akan mengenakan seragam bernomor punggung 11 bersam Inter Milan.

Sebelum tiba di I Nerazzurri, sejak masa kecil, Victor Moses sudah akrab dengan sepakbola.

Bagi Moses, sepakbola adalah semangat, makna mendalam, sukacita, dan penderitaan.

Ini merupakan kisah tentang keberanian dan tekad, dari kekuatan serta karakter.

Sebelum mengawali karir profesionalnya, Moses pernah bermain di jalanan di kota kelahirannya di Kaduna, Nigeria.

Di sana, baik dalam kondisi cuaca cerah maupun hujan, Victor dengan bertelanjang kaki, berlari bersama bola di kakinya.

Dan pada suatu hari, ketika ia berlari cepat sambil menggiring bola, terjadi sesuatu yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Di mana, ia tiba-tiba harus menjalani hidup tanpa sang ayah Austin, dan ibunya Josephine.

Keduanya, tewas terbunuh di rumah mereka saat terjadi kerusuhan terkait konflik agama.

Pada hari itu pula, Victor, yang tidak berada di rumah karena bermain sepakbola bersama teman- temannya, dipaksa untuk tumbuh menjadi dewasa.

Padahal, usianya pada saat itu belum mencapai umur 12 tahun. Victor kemudian berangkat ke Inggris.

London bagian Selatan menjadi awal dari kehidupan baru Moses, yang ditandai dengan dua syarat. Menjadi kuat dan pantang menyerah.

Hal yang paling membantu Moses pada saat itu adalah kemampuan memainkan bola di antara kakinya serta kekuatan fisiknya yang luar biasa.

Hal ini pula yang memungkinkannya untuk menjadi sosok dominan ketika menghadapi rekan-rekannya.

Setelah ikut terlibat dalam permainan sepakbola lokal, tak lama setelahnya ia berhasil mencuri perhatian Crystal Palace.

Pada usianya yang masih belia, ia mulai bermain secara dominan.

Tentunya, banyak yang masih ingat dengan babak final Piala FA U-14 tahun 2005, saat Whitgift menang 5-0 berkat lima gol dari Moses.

Menjalani tiga tahun dengan mecetak gol lebih dari 100. Moses kemudian melakoni debut untuk tim utama Palace. Di sinilah, karier sepakbola profesionalnya dimulai.

Moses pindah ke Wigan pada tahun 2010, klub di mana ia melakoni debutnya di Premier League.

Sebelum mengambil langkah besar pada tahun 2012, ketika ia direkrut oleh juara Eropa, Chelsea pada saat itu.

Selama musim pertamanya bersama The Blues, Moses mencetak 10 gol dalam 43 laga dan sukses memenangkan UEFA Europa League.

Tapi, itu tidaklah cukup untuk meyakinkan bos baru Chelsea, pada saat itu.

Sehingga, dengan tekad yang sudah dimilikinya, Victor menyingsingkan lengan bajunya dan memulai lagi dari awal.

Moses muda kemudian meneruskan kariernya dengan bermain untuk Liverpool, Stoke City dan West Ham dalam masa pinjaman.

Baru ketika Antonio Conte menjadi pelatih Chelsea pada tahun 2016, era baru dalam karier sepakbolanya kembali dimulai.

Pada saat itu, Victor menjadi bagian penting tak terpisahkan dari skuat yang dimiliki pelatih Nerazzurri saat ini.

Betapa tidak, Moses berkontribusi besar membawa The Blues meraih gelar juara Premier League 2016/17 dan trofi FA Cup pada 2018.

Selama dua musim itu, ia tampil 78 kali dan mencetak 8 gol serta 8 asis.

Di Chelsea, Conte biasa memosisikannya di lini tengah dengan pergerakan yang melebar.

Sedangkan dalam dua tahun terakhir ini, Moses lebih sering bermain sebagai seorang out-and-out winger atau second striker, ketika berkiprah sebagai pemain Fenerbahce di Turki.

Di level internasional, Moses telah bermain untuk seluruh tim jenjang usia muda Inggris.

Juga menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi European Championship U-17.

Akan tetapi, pada tahun 2012, Moses memutuskan bermain untuk Nigeria, negara di mana ia dilahirkan.

Sejak saat itu pula, Victor mencetak 12 gol dalam 38 pertandingan bagi tim berjuluk Super Eagles ini, dan ikut serta dalam dua edisi Piala Dunia.

Raihan terpentingnya tercipta ketika Moses bersama Nigeria, memenangkan gelar juara Africa Cup of Nations 2013.

Di mana Moses, menyumbangkan satu asis untuk gol kemenangan timnya di laga final.

Cepat dan penuh determinasi, seorang yang pemalu namun menyadari kemampuan yang dimilikinya, inilah Victor Moses, yang memiliki kecintaan pada bola.

Moses, selalu tahu bahwa setiap kali dia bermain di atas lapangan, ayahnya, Austin dan ibunya, Josephine selalu menyaksikannya langsung dengan bangga.

Dan kini, Moses telah siap untuk memulai petualangan barunya. Victor merupakan pemain kedelapan asal Nigeria dalam sejarah Inter.

Moses mengikuti jejak langkah para pemain top seperti Nwanko Kanu, Taribo West dan Obafemi Martins. (R003)

Baca berita lainnya: Barcelona Siap Tebus Klausul Pelepasan Lautaro Martinez Rp1.8 Triliun dari Inter Milan

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.

Awasi Pemudik dari Zona Merah, 93 Kades di Pangandaran Diminta Laporkan Data Perantau

PANGANDARAN, ruber.id - Derasnya arus mudik dari zona merah COVID-19 dikhawatirkan akan memperluas penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.