29.4 C
Indonesia
Minggu, September 26, 2021
spot_img

Petani dan Pengrajin Gula Semut Cilacap Didorong Tingkatkan Produksi untuk Ekspor

CILACAP, ruber.id – Petani gula semut di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah didorong meningkatkan produksi untuk ekspor.

Untuk membantu para petani meningkatkan produksinya ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui Departemen CSR dalam program SIG Cerdas bekerjasama dengan Perhimpunan SETARA Cilacap.

Kerjasama dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan selama tiga hari, yaitu 21-23 Juli 2020.

Pelatihan ini mengusung tema Peningkatan Teknik Produksi Gula Kelapa Kristal Kualitas Ekspor dan Bantuan Peralatan Produksi.

Kegiatan ini, diikuti 30 warga, terdiri dari para petani penderes gula kelapa dari Cilacap Barat, Tengah, dan Timur.

BACA JUGA:  bjb SiMuda, Tabungannya Generasi Z

General Manajer of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, selama pelatihan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan.

BACA JUGA:  bjb SiMuda, Tabungannya Generasi Z

Di antaranya, mengenai standar mutu produk gula, good manufacturing practice (GMP) hingga peningkatan mutu gula kelapa murni.

“Dengan metode pelatihan 50% teori dan 50% praktek, diharapkan para penderes memiliki pengetahuan mengenai cara-cara atau teknik membuat gula kelapa kristal, atau gula kelapa semut berkualitas yang memiliki standar ekspor.”

“Nantinya, gula semut ini akan diekspor ke negara-negara di Timur Tengah dan Eropa,” katanya.

Di Kabupaten Cilacap, kata dia, ada sekitar 1237 penderes yang yang kesehariannya sebagai pengrajin gula kelapa.

BACA JUGA:  Nekat Mudik dari Jakarta, Pemerintah Desa di Boyolali Siapkan Ruang Karantina

Jumlah ini, kata dia, sangat potensial untuk lebih meningkatkan produksi gula semut.

Selain itu, di Kabupaten Cilacap juga memiliki banyak pohon kelapa yang merupakan sumber dari nira, sebagai bahan baku gula kelapa.

BACA JUGA:  Melihat Prosesi Jamasan, Ngumbah Pusaka Koleksi Museum Tosan Aji Purworejo

“Peningkatan produksi gula yang dibarengi dengan peningkatan mutu juga akan meningkatkan pendapatan para petani gula.”

“Karena harga jual gula semut kualitas ekspor lebih mahal dibandingkan dengan gula yang dijual untuk konsumsi lokal,” jelasnya. (R025/Cilacap)

Baca juga berita lainnya: Gempa 5.3 Magnitudo Guncang Blitar, Terasa Hingga Cilacap

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles