Minggu, 27 Sep 2020

Pendapatan Pedagang Menurun Selama Pandemi Corona, Retribusi Pasar Tradisional di Pangandaran Diberhentikan

Baca Juga

BLT Tahap 4 Segera Cair, Pekerja Diminta Kroscek Ulang

BERITA NASIONAL, ruber.id - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan, BLT tahap 4 atau bantuan subsidi upah/gaji akan segera cair.

Jelang Pemilu, Disdukcapil Sumedang Kebut Cetak e-KTP

SUMEDANG, ruber -- Untuk memaksimalkan pelayanan jelang Pemilu 2019, Disdukcapil Sumedang kebut pencetakan e-KTP. Untuk mempercepat prosesnya, Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) bekerjasama dengan...

Pangdam III Siliwangi Kunjungi Ponpes Riyadlul Huda Tasikmalaya, Ini yang Dilakukan

TASIKMALAYA, ruber.id - Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengunjungi Pondok Pesantren Riyadlul Huda di Manonjaya,...

Tanpa Pendampingan Pemda Sumedang, Warga Terkena Dampak Bendungan Kadumalik di Desa Cimanintin Mengaku Resah

Tanpa Pendampingan Pemda Sumedang, Warga Terkena Dampak Bendungan Kadumalik di Desa Cimanintin Mengaku Resah

PANGANDARAN, ruber.id – Retribusi pasar tradisional di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diberhentikan sementara selama pandemi virus Corona.

Kasi Prasarana Pasar di Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pangandaran Wakhdan Irbani mengatakan, pedagang yang memiliki kios tidak dipungut retribusi pasar selama pandemi.

Pemberhentian sementara tersebut terhitung sejak 20 Maret 2020, hanya diberlakukan pada pasar tradisional yang dikelola oleh Pemkab, yakni Pasar Parigi, Pasar Pananjung dan Pasar Kalipucang.

“Diberhentikannya penarikan retribusi terhadap pedagang itu melalui Surat Keputusan Bupati setelah terjadi pandemi Corona,” katanya, Kamis (11/6/2020).

Pertimbangan ditiadakan penarikan retribusi pasar selama pandemi, kata Wakhdan, dilatarbelakangi beberapa faktor, di antaranya daya beli masyarakat menurun.

Selain itu, tingkat kunjungan ke pasar tradisional untuk transaksi penurunannya sangat signifikan, maka berpengaruh pada menurunnya pendapatan para pedagang.

“Karena pertimbangan itu, dinas mengeluarkan kebijakan untuk tidak menarik retribusi kepada pedagang,” tuturnya.

Selain beberapa pertimbangan tersebut, kata Wakhdan, pencegahan penyebaran COVID-19 menjadi hal penting lantaran petugas penarik retribusi sangat rentan terpapar.

“Penarikan retribusi kios pedagang pasar tradisional tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4/2016 dan dipertegas melalui Peraturan Bupati Nomor 46/2016,” ujarnya.

Wakhdan menyebutkan, adapun berbagai tarif retribusi terhadap pedagang pasar tradisional, yakni bangunan kios Rp2.000, bangunan los Rp1.500 dan bangunan PKL Rp500.

Sementara, Wakhdan menilai, target retribusi kios pedagang pasar tradisional di Pangandaran tahun 2020 terancam tidak tercapai jika masa pandemi belum selesai.

“Kami berharap masa pandemi Corona segera berlalu, karena akan berdampak keberbagai sektor, salah satunya persoalan retribusi,” sebutnya. (R001/smf)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kasus Positif COVID-19 Kabupaten Tasik Tambah 15 Orang dalam Sepekan

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terus bertambah. Sebelumnya, kasus konfirmasi COVID-19...

30 Pasien Positif COVID-19 Sumedang Masih Jalani Perawatan

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Kasus konfirmasi COVID-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat masih terus bertambah. Hingga Sabtu (26/9/2020) total...

Kasus Konfirmasi COVID-19 Kota Tasikmalaya Melonjak, 7 Pasien Meninggal

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat terus melonjak, dalam sepekan terakhir. Selain itu,...

Jadwal Serie A: Inter vs Fiorentina, Roma vs Juventus

BERITA SPORTS, ruber.id - Laga perdana Inter Milan di Liga Italia Serie A akan berlangsung di San Siro, Minggu (26/9/2020) dini hari...

Perda APBD 2021 Pangandaran Disahkan

BERITA PANGANDARAN, ruber.id - Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanjaan Daerah (APBD) tahun 2021 Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat resmi disahkan.