Wednesday, 8 Jul 2020

Pangandaran Raih Opini WTP Empat Kali Berturut-turut

Baca Juga

Tiap Pekan, Harga Barang Pokok di Pangandaran Fluktuatif

PANGANDARAN, ruber.id -- Akhir pekan ini, harga sejumlah barang pokok dan penting di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kenaikan.

Operasi Pasar Sembako Murah dan Senam Massal Partai Berkarya di Tasik Diserbu Kaum Ibu-ibu

TASIK KOTA, ruber -- Operasi Pasar Sembako Murah dan Senam Massal yang digelar di Lapangan Alun-alun Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/1/2019) cukup diminati warga. BACA...

Pantang Berpuas Diri, Beckham Ingin Berikan Segalanya Buat Persib

SPORT, ruber -- Gelandang muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. Meski capaiannya terbilang mentereng di usianya yang baru 17...

Mbah Moen Berpulang, Keluarga Besar PKB Sumedang Berduka

SUMEDANG, ruber -- Meninggalnya Musytasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di Mekkah, Arab Saudi, membuat keluarga besar Partai Kebangkitan...

PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran, Jawa Barat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

Predikat WTP ini hasil dari pemeriksaan dan audit BPK RI atas laporan keuangan daerah tahun anggaran 2019 dan merupakan yang keempat kalinya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, raihan predikat opini WTP ini merupakan kali keempat yang diterima Pemkab.

“Empat kali berturut-turut Pangandaran dapat opini WTP,” kata Jeje usai mengikuti pengumuman secara virtual oleh BPK RI perwakilan Jawa Barat di Command Center, Jumat (26/06/2020).

Raihan opini WTP ini, kata Jeje, dibarengi dengan beberapa temuan BPK dan akan diperbaiki dalam kurun waktu 60 hari.

“Ada temuan yang sifatnya administrasi, kemudian ada kelebihan pembayaran karena volume pekerjaan kurang,” ujarnya.

Jeje menuturkan, perolehan WTP dapat dipertahankan oleh Pemkab lantaran sejak perencanaan hingga akhir pelaksanaan program dikawal secara maksimal.

“Ke depan, program dan kegiatan yang dibiayai dari APBD supaya hasilnya memuaskan, maka harus dikawal hingga teknis pengerjaan,” tuturnya.

Sementara, dalam memaksimalkan pengawasan untuk mengawal program dan kegiatan, kata Jeje, Pemkab Pangandaran masih terkendala dengan jumlah personel.

“Jumlah personel di lapangan kan terbatas, jadi predikat atas hasil laporan keuangan daerah tahun 2019 ini merupakan prestasi yang luar biasa,” terangnya.

Jeje menyebutkan, ke depan pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan upaya mempertahankan prestasi terbaik yang selama ini diraih.

“Setiap pembangunan nanti akan dicek pada tahap pelaksanaan, seperti bahan baku dasarnya, kualitas campuran semen pasir dan material pendukung lainnya,” sebutnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: BUMDes Kertayasa di Pangandaran Ini
Raup Keuntungan Rp300 Juta per Bulan

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA, ruber.id - Janji Walikota Tasikmalaya Budi Budiman untuk transparan terkait alokasi anggaran COVID-19 hingga kini tak jelas...

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.