29.4 C
Indonesia
Minggu, September 26, 2021
spot_img

Nakal, Sinar Mas Hana Finance Terpaksa Penjarakan 68 Debitur

Nakal, Sinar Mas Hana Finance Terpaksa Penjarakan 68 Debitur

KOTA DEPOK, ruber.id — PT Sinar Mas Hana Finance terpaksa melaporkan 68 debitur kepada pihak berwajib.

Pelaporan ini dilakukan perusahaan akibat debitur tersebut menyalahi aturan dalam hal pembiayaan.

Di mana, para debitur nakal ini memiliki banyak modus. Mulai dari memberikan alamat palsu hingga dibekingi oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Ormas (Organisasi Kemasyarakatan).

BACA JUGA: Ngemis Dalih Sumbangan untuk Palestina, 2 WNA Pakistan Ditangkap Kantor Imigrasi Kota Depok

Unit Head Legal & Litigasi PT Sinar Mas Hana Finance Eka Prasetyo menyebutkan, total laporan polisi ada 68, pada tiga tahun terakhir ini.

Di mana, kata Eka, yang paling banyak ada di sekitar Tangerang, Jawa Barat.

BACA JUGA:  Adhyaksa di Depok Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Wakil Jaksa Agung Arminsyah
BACA JUGA:  Pelurusan Coast Guard China Memasuki Wilayah Hak Berdaulat Indonesia, Bukan Kedaulatan Indonesia

“Modus yang digunakan para pelaku untuk menghindari sanksi beragam, tapi rata-rata memberikan data palsu,” ucap Eka kepada sejumlah wartawan di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (30/12/2019).

Selain data palsu, kata Eka, ada juga debitur juga rata-rata berlindung di oknum LSM.

Hal ini, kata Eka, menjadi kendala pihaknya. Sebab, di lapangan khususnya, saat penarikan unit (mobil), kerap berbenturan dengan sejumlah oknum LSM atau Ormas.

“Atas dasar ini pula, perusahaan memilih untuk menempuh jalur hukum,” jelas Eka.

Contohnya, kata Eka, terjadi di Kota Depok. Di mana, eorang debitur berinisial LH terpaksa mendekam dibalik jeruji besi.

Ia diancam dengan dijerar Pasal 36 UU Nomor 42/1999 tentang Fidusia. Junto Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

BACA JUGA:  Kejari Depok Fokus Berbenah, Ini Sasarannya

Wakil Kepala Cabang Sinar Mas Hana Finance Depok Yusuf Ali menambahkan, soal kerugian pada kasus ini, PT Sinar Mas Hana Finance mengalami kerugian lebih dari Rp104 juta. Dengan jenis kendaraam Honda City metalic tahun 2007.

BACA JUGA:  Keruk Sampah dari Situ, Pemkot Depok Tambah 3 Amphibi Excavator

Untuk itu, ia mengimbau pada para debitur agar lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan. Tanpa perlu melibatkan pihak lain yang justru akan merugikan diri sendiri.

Sebab, kata Yusuf, jika memang tidak sanggup membayar, unitnya bisa dikembaikan.

Nantinya, lanjut Yusuf, akan ada kompenasasi sesuai hitungan yang berlaku.

“Jangan mudah percaya dengan orang yang bisa menolong. Karena justru nanti debitur sendiri yang repot karena harus berurusan dengan hukum,” ucap Yusuf.

BACA JUGA:  Keruk Sampah dari Situ, Pemkot Depok Tambah 3 Amphibi Excavator

Yusuf menyebutkan, dengan adanya sejumlah kasus tersebut, pihak perusahaan makin selektif dalam menerima calon debitur.

Harapannya, kata Yusuf, pasal atau jeratan terhadap para pelaku bisa semakin diperberat untuk memberi efek jera. moris

Baca berita lainnya: Aksi Pamer Alat Vital di Kota Depok, Bikin Mahasiswi Trauma

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles