Wednesday, 8 Apr 2020

MTs di Pangandaran Gunakan Wajan Perkuat Sinyal Internet

Baca Juga

Resmi Diluncurkan Hari Ini, Yuk Intip Bocoran Spesifikasi vivo S1

ruberTEKNO -- Hari ini, Selasa (16/7/2019), gadget baru keluaran vivo diluncurkan. Ya, vivo S1 bakal meluncur di Indonesia dengan mengusung tagline 'Unlock Your Style'. Dilansir dari laman...

Truk Pasir Terbalik Hantam Mini Bus di Lingkar Gentong, Sekeluarga asal Ciamis Tewas

CIAMIS, ruber -- Sekeluarga terdiri dari empat orang tewas akibat mini bus yang ditumpanginya dihantam truk pasir, Jumat (18/1/2019) malam sekitar jam 22.00 WIB. BACA...

Saah Terseret Arus Sungai Cikatang ketika Mencuci Pakaian

CIANJUR, ruber - Saah (55), warga Kampung Ramatengah, Desa Sukamanah, Kecamatan Cikabu, Kabupaten Cianjur, tenggelam terseret arus Sungai Cikatang, Sabtu (26/1/2019). Basarnas Bandung dalam laporannya...

Balita asal Cianjur Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

CIANJUR, ruber.id - Riko, balita umur 2 tahun yang tenggelam di Sungai Cibala, Cianjur, Jawa Barat ditemukan tim SAR gabungan, Senin (24/2/2020)...

PANGANDARAN, ruber.id — Siapa sangka, wajan penggorengan bisa jadi alat penangkap sinyal di daerah pedalaman.

Apalagi, di dunia pendidikan saat ini jaringan akses internet menjadi salah satu kebutuhan.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran Nana Supriatna mengatakan, dirinya mendapatkan hal unik di MTs Ma’arif Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar.

“Wajan (katel-red) itu dirakit menjadi alat penguat jaringan internet,” katanya usai kunjungan persiapan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK) belum lama ini.

Wajan tersebut, kata Nana, dilubangi sesuai ukuran pipa yang kemudian dirangkai dengan kabel untuk dudukan modem.

Ternyata, alat sederhana itu berhasil menangkap sinyal untuk jaringan internet di madrasah tersebut.

Nana meminta, madrasah lainnya yang dibawah naungan Kemenag Pangandaran untuk mencontoh Mts itu, terutama bagi madrasah di daerah lemah sinyal.

Apalagi, di Kabupaten Pangandaran ini kekuatan sinyal belum merata. Masih ada beberapa daerah yang sama sekali tidak ada.

Terlebih, kata Nana, jaringan untuk mengakses internet di dunia pendidikan sangat dibutuhkan.

Berdasarkan data, madrasah dibawah Kemenag Pangandaran sebanyak 109, dari jumlah tersebut terdapat 25 madrasah yang kondisi sinyalnya lemah.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Pangandaran Jaja Nurulhuda memebenarkan masih adanya daerah lemah sinyal.

Namun, kata Jaja, terkait hal itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Dengan laporan tersebut, kami berharap ditindaklanjuti untuk diisi melalui skim USO dari perusahaan operator,” sebutnya. (R001/smf)

BERITA TERKAIT: Mayoritas Wilayah Desa di Pangandaran Masih Blank Spot

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Indramayu Belum Ditemukan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Hari Ini

INDRAMAYU, ruber.id - Memasuki tujuh hari pencarian, Kamsiah, 72, korban tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat belum ditemukan.

Longsor Timpa Rumah Warga di Sumedang Selatan, Sekeluarga Mengungsi

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Tebing longsor menimpa rumah warga di Dusun Kukulu RT 02/05, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang.

Kabar Baik! Bupati Garut Bakal Lunasi Utang Warganya ke Bank Emok

GARUT, ruber.id - Kabar baik datang dari Garut, Jawa Barat di tengah pandemi COVID-19 atau wabah corona ini. Ya,...

Dua Warga Cianjur Hanyut di Kali Cijedil, Budi Hilang Terseret Arus

CIANJUR, ruber.id - Budi, 46, warga Kampung Salaerih, Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat tenggelam di Kali Cijedil, Selasa (7/4/2020) sore jam...

Kemenag Minta Warga Pangandaran Tunda Akad Nikah Selama Wabah Virus Corona

PANGANDARAN, ruber.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat meminta masyarakat untuk menunda rencana pelaksanaan akad nikah. Penundaan...