27.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 19, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Meski Stok Beras Cukup, Konsumsi Ikan Laut di Pangandaran Rendah

Meski Stok Beras Cukup, Konsumsi Ikan Laut di Pangandaran Rendah

PANGANDARAN, ruber.id — Pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terhadap beras tergolong tinggi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan di Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rusyana mengatakan, standar konsumsi beras per bulan/orang itu 8 kilogram.

Orang Pangandaran, kata Rusyana, rata-rata mengkonsumsi bahan pokok ini mencapai 10 kilogram per bulan/orang.

“Berdasarkan data Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi beras di Kabupaten Pangandaran tergolong tinggi, bahkan dapat dilihat dari jumlah kebutuhan masyarakat Pangandaran dalam per bulannya,” katanya kepada ruber.id, Senin (16/12/2019).

Rusyana menuturkan, secara keseluruhan kebutuhan beras masyarakat mencapai lebih dari 42.000 ton.

BACA JUGA:  Hasil Budidaya King Cobia di Pangandaran Tembus Pasar Luar Negeri

“Jumlah itu dari jumlah kebutuhan per orang dikali jumlah keseluruhan warga yang ada di Kabupaten Pangandaran sebanyak 417.563 jiwa (data per Desember 2018-red),” tuturnya.

Sementara, kata Rusyana, kebutuhan beras untuk pakan ternak dan benih sebanyak 14.779 ton, sedangkan untuk cadangan beras yang ada di petani hingga bulan November 2019 mencapai 65.886 ton.

“Kemudian cadangan pangan daerah yang disimpan di Gudang Bulog sebanyak 51 ton. Jika dijumlahkan antara stok beras yang ada di petani dan di Gudang Bulog itu mencapai 65.937 ton,” ujarnya.

Rusyana menyebutkan, cadangan beras di Kabupaten ke depan saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan kedepan.

BACA JUGA:  Gali Potensi Bidang Kelautan dan Perikanan, DPRD Cianjur Belajar ke Pangandaran

Meski pola konsumsi masyarakat Pangandaran terhadap beras cukup tinggi, kata Rusyana, namun untuk konsumsi komoditas lainnya terbilang masih kurang bagus atau rendah.

“Masyarakat Pangandaran dalam hal mengkonsumsi ikan laut, sayuran, gula merah, itu masih tergolong rendah berdasarkan data PPH,” sebutnya. dede ihsan

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles