SPORTS, ruber.id – Kemenangan penting diraih AC Milan saat menghadapi rival sekota, Inter Milan, dalam lanjutan Serie A pekan ke-28 di San Siro, Senin (9/3/2026).
Rossoneri menang tipis 1-0 berkat gol yang dicetak Pervis Estupiñán pada menit ke-35.
Gol tersebut, menjadi penentu kemenangan Milan dalam laga yang berlangsung lamban dan membosankan tersebut.
Bagi Milan, kemenangan ini memberikan tambahan tiga poin dan kini mengoleksi 60 poin.
Selain itu, kemenangan ini juga membuat Leao cs memangkas jarak dengan Inter yang masih memimpin klasemen sementara Serie A, dengan 67 poin.
Dikutip dari akun X jurnalis Italia, Daniele Mari, usai laga, Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, menilai timnya tampil cukup baik sepanjang pertandingan. Meski, ia tetap mengakui kualitas sang rival.
“Kami memiliki beberapa situasi yang menguntungkan, dan di babak kedua kami tidak banyak memberikan peluang, kecuali kesempatan dari Dimarco.”
“Namun, Inter tetap menjadi favorit kuat untuk meraih scudetto musim ini,” ujar Allegri.
Allegri menegaskan, pencapaian timnya hingga saat ini patut disyukuri.
Hal itu, mengingat target utama adalah mencapai performa terbaik menjelang fase krusial musim.
“Milan bermain dengan baik, tetapi Inter adalah tim terkuat dan masih unggul tujuh poin.”
“Kami harus senang, karena sudah mencapai 60 poin. Selama enam bulan terakhir, kami bekerja keras agar berada dalam kondisi terbaik pada bulan Maret.”
“Karena, sekarang pertandingan penting mulai datang. Di bulan Maret inilah, musim biasanya ditentukan,” ucap Allegri.
Inter Tampil Buruk
Di sisi lain, Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui timnya tampil buruk, terutama di babak pertama.
“Kami, memainkan babak pertama dengan tempo yang terlalu rendah. Di babak kedua, kami sempat tampil lebih baik dalam beberapa momen. Tetapi sayangnya, tidak mampu menyamakan kedudukan.”
“Kami mencoba berbagai cara untuk menembus blok pertahanan rendah Milan, bahkan dengan mengubah formasi,” jelas Chivu.
Bek Inter, Federico Dimarco, juga menilai kekalahan ini tidak perlu dibesar-besarkan. Karena, timnya masih berada di puncak klasemen Serie A 2025/2026.
“Sebelum pertandingan ini, kami unggul 10 poin. Jadi apa yang harus dijelaskan? Tim ini tetap bersatu. Kami harus tetap tenang dan fokus pada 10 pertandingan tersisa,” katanya.
Dimarco juga menyinggung, peluang emas yang gagal ia manfaatkan pada babak kedua.
“Peluang saya? Bola datang terlalu tinggi dan pantulannya kurang bagus, sehingga saya tidak bisa menendangnya rendah.”
“Ketika kami kebobolan, kami memang kesulitan bereaksi. Kami mencoba, tetapi belum cukup agresif,” ujarnya.
Ia juga menilai, Inter seharusnya bisa mendapatkan pemeriksaan VAR pada salah satu insiden di kotak penalti.
“Mungkin seharusnya ada pemeriksaan VAR pada situasi Ricci karena lengannya terbuka.”
“Namun, setiap pekan selalu ada kejadian seperti itu. Saat itu, saya bahkan tidak melihatnya karena berada di sisi lain lapangan.”
“Yang jelas, kami memang menciptakan terlalu sedikit peluang untuk benar-benar menyakiti Milan,” sebutnya.
Meski kalah dalam laga derby ini, Inter masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan tujuh poin atas Milan.
Persaingan menuju gelar juara pun, dipastikan semakin menarik hingga memasuki fase akhir musim. ***






