24.4 C
Indonesia
Jumat, Agustus 6, 2021
spot_img

Kopdar Edisi III di Pangandaran, Gubernur Jabar: Ada 8 Pintu Sumber Dana Untuk Pembangunan

KOPDAR edisi III Pemprov Jabar digelar di salah satu hotel Pangandaran, Kamis (26/9/2019). dede/ ruber.id

Kopdar Edisi III di Pangandaran, Gubernur Jabar: Ada 8 Pintu Sumber Dana Untuk Pembangunan

PANGANDARAN, ruber.id — Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) edisi ke 3 yang digelar Pemprov Jabar mengambil tema besar tentang keuangan daerah.

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya mengumpulkan 27 kepala daerah tingkat kabupaten/kota se Jawa Barat di Kabupaten Pangandaran. Kopdar kali ini temanya tentang keuangan dan pinjaman daerah.

“Untuk Kopdar mendatang mungkin temanya tentang standarisasi reformasi birokrasi atau yang lainnya,” katanya dalam acara yang digelar di salah satu hotel Pangandaran, Kamis (26/9/2019).

BACA JUGA:  Kasus Stunting di Pangandaran Tergolong Rendah, Tahun 2019 Ada 344 Balita

Agar mudah mengklasifikasi permasalahan di tiap daerah, kata Emil, Kopdar akan dilaksanakan setiap per 3 bulan sekali.

BACA JUGA:  Pemkab Pangandaran Siapkan 30 Posko Mudik Lebaran 2019

“Digelarnya secara tematik dan pertemuan di Pangandaran ini mengambil tema besar tentang keuangan daerah,” ujarnya.

BACA JUGA: Penataan Pantai Barat Pangandaran, Indah Tapi Tak Ramah Disabilitas

BACA JUGA: Peneliti ITB: 12 Jalur di Pangandaran Masuk Indeks Kerentanan Pesisir

Emil menuturkan, ada 8 pintu atau sumber dana yang bisa dimanfaatkan Pemkab sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Di antaranya, kata Emil, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat kota/kabupaten; APBD provinsi; APBN dan pinjaman bank daerah.

Kemudian obligasi daerah; dana umat; CSR dan Public Private Partnership atau Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

BACA JUGA:  Dari 3.734 ASN Pangandaran, Lulusan S3 Hanya 4 Orang, Sisanya Lulusan SD Hingga S1

“Jadi untuk membangun daerah tidak lagi harus lewat APBD. Berdasarkan kajian kami APBD itu hanya 10% dari keharusan membangun seluruh yang dibutuhkan.”

“Detik ini ngomong yang pasti-pasti saja, Kopdar itu kan untuk membukakan hal-hal yang mungkin selama ini tidak dipahami. Kalau ngandelin APBD itu butuh waktu 30 tahun,” tuturnya.

BACA JUGA:  Ini Hasil Kajian Komisi II dan III DPRD Pangandaran soal Raperda Inisiatif 2019

Emil menambahkan, salah satu dari 8 pintu pendanaan yang paling memungkinkan, yakni pinjaman ke bank daerah.

“Kami serahkan kepada kepala daerah untuk melakukan pinjaman kepada Bank BJB, bank pembangunan daerah ini memiliki program kredit investasi daerah.”

“Kita kan pemilik saham, ini bank sendiri, saham sendiri. Ngapain sibuk ngotak-ngatik APBD, padahal di BJB itu Triliunan yang tersedia,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pemkab Pangandaran Siapkan 30 Posko Mudik Lebaran 2019

Emil berharap, Kopdar edisi ke 3 yang digelar di Pangandaran ini dapat menjadi momentum para kepala daerah untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pemprov Jabar.

“Kopdar ini kan dimensi koordinasinya banyak, semoga saja bisa diapresiasi di zaman saya dirutinkan,” sebut Emil.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyambut positif adanya Kopdar seperti ini.

“Dengan adanya Kopdar antara Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat tentunya ini akan memudahkan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi,” kata Jeje. dede ihsan

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles