Wednesday, 8 Apr 2020

Ini Akibatnya Jika Motor Injeksi Anda Sering Pakai Bahan Bakar Murah

Baca Juga

Juve Ingin Icardi, Inter Minta Rp631 Miliar Plus Moise Kean

ruberSPORT -- Setelah tak menyertakan namanya untuk tur Asia, hubungan Mauro Icardi dengan klubnya, Inter Milan dikabarkan terus memburuk. BACA JUGA: Tak Ikut Tur Asia,...

Ini Cara Kapten Inter Milan Hilangkan Jenuh Diam di Rumah saat Wabah Corona

SPORT, ruber.id - Di tengah wabah corona di Italia, para pemain sepakbola diwajibkan tetap tinggal di rumah. Kapten tim...

Harga Jengkol di Pasar Inpres Sumedang Naik 300%, Warga Tetap Beli karena Doyan

SUMEDANG, ruber -- Harga jengkol di Pasar Inpres Sumedang naik 300%. Normalnya harga jengkol berada di kisaran Rp20.000/Kg, namun kini mencapai Rp60.000/Kg. Pemilik Kios Nomor...

Gali Potensi Muzaki, Baznas Sumedang Gandeng Disnakertrans

SUMEDANG, ruber -- Sebagai upaya untuk terus menggali potensi zakat di wilayah Kabupaten Sumedang, Baznas Sumedang akan menjalin kerjasama dengan Disnakertrans. BACA JUGA: Kembangkan Pengusaha...

ruber.id – Seiring banyaknya motor injeksi yang ditawarkan perusahaan dari berbagai merek, pemilik motor ini pun semakin banyak.

Pada mesin motor berteknologi injeksi terdapat injektor yang merupakan komponen penting.

Fungsinya, menyemprotkan bahan bakar dengan cara pengabutan. Karena itu, performa maupun daya tahan komponen sangat bergantung pada pemakaian jenis bahan bakar.

Tentunya, sebelum membeli sepeda motor, calon pembeli sudah diberi tahu tentang cara pemakaiannya, hingga konsumsi bahan bakarnya.

Sayangnya, meski telah mengetahui hal tersebut, banyak pemilik motor injeksi tetap menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah.

Padahal seharusnya, motor dengan teknologi injeksi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar performa mesin tetap terjaga.

Melansir dari situs resmi Suzuki, dijelaskan bahwa pengaruh menggunakan bensin beroktan rendah menyebabkan komponen FI (fuel injection) yang sensitif menjadi lebih mudah tersumbat.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa mesin berteknologi injeksi rata-rata rasio kompresinya tinggi, di atas 9 :1 agar sepeda motor menjadi lebih irit.

BACA JUGA: Mau Beli Motor Bekas? Ikuti Tips Ini Dulu Biar Anda Tidak Tertipu

Tetapi, hal ini baru bisa tercapai jika bahan bakar yang digunakan sesuai spesifikasi atau memiliki oktan tinggi.

Jadi, semakin besar kompresi mesin, maka bahan bakar yang dibutuhkan harus memiliki oktan tinggi.

Faktanya, masih banyak yang memakai bahan bakar beroktan rendah, sehingga muncul gejala detonasi (ngelitik) pada motor.

Perlu diketahui, pada dasarnya mesin injeksi sangat minim perawatan. Syaratnya, pemilik kendaraan juga harus selalu memakai bahan bakar beroktan tinggi, sesuai spesifikasi.

Salah satu penyakit yang paling sering dijumpai apabila Anda yang memiliki motor injeksi menggunakan bahan bakar beroktan rendah ialah pompa bensin sepeda motor macet.

Hal tersebut akan berpengaruh terhadap komponen lainnya, terutama aki yang akan lebih cepat habis atau tekor karena pompa bekerja lebih keras akibat kotoran.

Apabila masalah ini dibiarkan terus menerus, maka injektor akan mampet. Untuk itu, sebaiknya bagi Anda pemilik motor injeksi, mulai sekarang hindari membeli bahan bakar beroktan rendah.

Memang, harganya lebih murah, tetapi jika berakibat fatal terhadap kendaraan Anda, lebih baik membeli bahan bakar yang sesuai agar mesin motor terawat dan awet. (R004/Tasya)

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Indramayu Belum Ditemukan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Hari Ini

INDRAMAYU, ruber.id - Memasuki tujuh hari pencarian, Kamsiah, 72, korban tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat belum ditemukan.

Longsor Timpa Rumah Warga di Sumedang Selatan, Sekeluarga Mengungsi

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Tebing longsor menimpa rumah warga di Dusun Kukulu RT 02/05, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang.

Kabar Baik! Bupati Garut Bakal Lunasi Utang Warganya ke Bank Emok

GARUT, ruber.id - Kabar baik datang dari Garut, Jawa Barat di tengah pandemi COVID-19 atau wabah corona ini. Ya,...

Dua Warga Cianjur Hanyut di Kali Cijedil, Budi Hilang Terseret Arus

CIANJUR, ruber.id - Budi, 46, warga Kampung Salaerih, Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat tenggelam di Kali Cijedil, Selasa (7/4/2020) sore jam...

Kemenag Minta Warga Pangandaran Tunda Akad Nikah Selama Wabah Virus Corona

PANGANDARAN, ruber.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat meminta masyarakat untuk menunda rencana pelaksanaan akad nikah. Penundaan...