Sunday, 5 Apr 2020

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Merosot Hingga Rp5 Miliar, KUD Minasari Pangandaran Jadi Penyumbang PAD Terbesar

Baca Juga

Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Pangandaran Berangkat 19 Juli

PANGANDARAN, ruber -- Ratusan calon jamaah haji dari Kabupaten Pangandaran dijadwalkan berangkat pada Jumat (19/7/2019). Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Agus Amsar...

Dikira Bangkai Babi, Eh Ternyata Mayat Manusia Penuh Luka

GARUT, ruber -- Warga Kampung Renteng, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut dibuat geger, Sabtu (2/2/2019) pagi. Biangnya, adalah jasad manusia yang ditemukan di jurang...

Belum Ada Kesepakatan, DPRD Pangandaran Tarik Tiga Raperda

Belum Ada Kesepakatan, DPRD Pangandaran Tarik Tiga Raperda PANGANDARAN, ruber.id -- Dewan Perwakila Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran menarik kembali tiga buah Rancangan Peraturan Daerah...

Polres Banjar Diskusi Bareng Wartawan Bahas Millenial Road Safety Festival, Berikut Agendanya

BANJAR, ruber -- Demi suksesnya Program Milenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Banjar mengajak awak media untuk silaturahmi dan diskusi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di...

PANGANDARAN, ruber.id — Di tahun 2019, hasil tangkapan ikan laut nelayan di KUD Minasari Pangandaran merosot hingga menyentuh angka Rp5 miliar.

Meski begitu, hasil retribusi dari sektor perikanan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada tahun 2019 melebihi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Ketua KUD Minasari Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, hasil retribusi dari sektor perikanan di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019 mencapai Rp2.7 miliar.

Angka tersebut, kata Jeje, melebihi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp2.6 miliar.

Dari capaian target retribusi itu, KUD Minasari Pangandaran menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar disektor perikanan senilai Rp1,25 miliar.

“Tahun 2019 hasil tangkapan nelayan Pangandaran sebesar Rp35.7 miliar. Jauh dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp39 miliar lebih,” katanya dalam acara rapat anggota tahunan KUD Minasari, Sabtu (15/2/2020).

Jeje mengaku, di tahun 2019 hasil tangkapan nelayan Pangandaran merosot hingga menyentuh angka Rp5 miliar lantaran ada beberapa langkah yang kurang tepat.

Di antaranya ada nelayan yang pulang melaut itu sekitar jam 23.00 WIB, sedangkan tempat pelelangan ikan sudah tutup.

Akhirnya, para nelayan menjualnya keluar, padahal nilainya cukup besar. Seperti bawal putih yang mencapai Rp2 miliar.

Kemudian udang rebon yang nilainya hampir Rp1 miliar juga tidak masuk karena tidak musim.

Maka dari itu, kata Jeje, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang mengakibatkan hasil tangkapan anjlok.

Bahkan, persoalan kapal luar yang mencari ikan di perairan Pangandaran dan bersandar di Pelabuhan Cikidang, pihaknya baru mengetahui akhir-akhir pekan ini.

“Jadi mereka itu tidak menjual hasil tangkapannya di tempat pelelangan ikan disini. Sisa hasil usaha (SHU) juga turun sekitar Rp30 juta, karena persoalan tadi itu,” ujarnya.

Jeje menegaskan, pihaknya akan terus mendorong KUD Mina se kabupaten untuk berinovasi dengan menambah unit usaha lainnya.

Sebab, kata Jeje, jika mengandalkan jasa dari pelelangan saja hasilnya kecil.

Selain itu, pihaknya memberikan izin kerjasama dengan toko modern asal bekerjasama dengan koperasi.

“Tentunya dengan beberapa pertimbangan agar tidak mematikan usaha kecil dan pasar tradisional,” tegasnya.

Jeje mencontohkan, saat ini KUD Minasari telah membuka Minamart dengan memanfaatkan gedung kantor yang tidak produktif.

Alhasil, KUD Minasari sudah bisa memberikan keuntungan sekitar Rp200 juta/tahun.

KUD Minasari bisa besar lantaran usahanya banyak, termasuk Rumah Makan Minasari yang terus dilakukan pembenahan dan sekarang makin besar pendapatannya.

“Kami juga tak lepas dari kejasama dengan biro-biro trevel supaya ada terus pengunjungnya,” tuturnya.

Sementara, Menager Umum KUD Minasari Pangandaran Hamdan menyampaikan, pihaknya akan terus menggenjot serta memberdayakan  usaha-usaha produktif yang ada di koperasi dan fokus pada ekonomi berbasis kolektif.

Jika sebuah koperasi ingin maju dan berkembang, kata Hamdan, maka harus dipegang dan dikendalikan oleh orang yang memang memiliki ideologi ekonomi kolektif.

“Sebaliknya kalau koperasi dikendalikan orang yang memiliki kepentingan ekonomi tinggi, jangan harap koperasi itu berumur panjang, yang ada bakal hancur,” sebutnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: PAD Sektor Perikanan 2018 Surplus, Nelayan Pangandaran Penyumbang Terbesar

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Garut Positif Corona Jadi Dua, Pasien Pernah Kontak Langsung dengan 110 Orang

GARUT, ruber.id - Warga Garut, Jawa Barat positif terjangkit COVID-19 tambah satu. Jadi total warga Garut positif corona menjadi dua.

ODR di Sumedang Tembus 18.303, Positif Rapid Test COVID-19 Jadi 14 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Hanya ada satu warga Sumedang, Jawa Barat yang terinfeksi virus corona hingga Sabtu (4/4/2020). Selain itu,...

Hasil Rapid Test 3 Praja Putri IPDN Positif Imunitas Lemah, Senin Dites Swab

JATINANGOR, ruber.id - Setelah hari kemarin, hasil rapid test COVID-19 untuk praja putri IPDN Jatinangor imunitas positif lemah, dua praja putri lainnya...

Peresmian RSUD Pandega Pangandaran via Teleconference

PANGANDARAN, ruber.id - Melalui teleconference, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmikan Gedung RSUD Pandega milik Pemkab Pangandaran, Sabtu (4/4/2020).

Perbatasan Sumedang Bandung di Jatinangor Dijaga Ketat Aparat Gabungan

JATINANGOR, ruber.id - Wilayah perbatasan Bandung - Sumedang di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dijaga ketat aparat gabungan. Jumat (3/4/2020)...