23.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Gapura Kota Tahu: Sudah Dicemooh di Media Sosial, Diperiksa Inspektorat Pula

SUMEDANG, ruber.id – Gapura Kota Tahu. Pembangunan tugu selamat datang di Kota Tahu di wilayah Ciherang, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus menuai kritik.

Bahkan kini, setelah banyak dicemooh warganet di media sosial, karena bentuk tugunya yang terkesan aneh dan tak artistik, tugu yang baru selesai dibangun ini mulai diperiksa Inspektorat Kabupaten Sumedang.

Sebagai dasar pemeriksaannya, Inspektorat Inspektorat meminta dokumen proyek gapura tersebut dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumedang.

“Dokumen proyek pembangunan gapura selamat datang di Sumedang Kota Tahu ini, hari ini sudah mulai kami kumpulkam,” kata Inspektur Pembantu IV Inspektorat Sumedang Cecep Yusman, Selasa (4/2/2020).

BACA JUGA:  Warga Perum SBG Cimanggung Sumedang Cemas, Ini Penyebabnya
BACA JUGA:  Lantik 88 Kepala Desa secara Virtual, Ini Pesan Bupati Sumedang

Dokumen yang telah dikumpulkannya ini, kata Cecep, di antaranya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), gambar proyek, dan sejumlah dokumen terkait pembangunan gapura lainnya.

Cecep menjelaskan, semua dokumen ini, nantinya akan dipelajari terlebih dahulu oleh tim audit.

Setelah itu, kata Cecep, tim akan turun untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.

“Proyek pembangunan gapura ini memang menjadi bahan cibiran di media sosial.”

“Akan tetapi, soal ada temuan atau tidaknya dalam proyek ini, lihat nanti dari hasil pemeriksaan tim audit,” jelas Cecep.

Sebab, kata Cecep, pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan rutin yang biasa dilakukan Inspektorat atas tiap anggaran yang telah digunakan oleh para pengguna anggaran.

BACA JUGA:  Di Sumedang Utara, Bantuan untuk Pedagang di Sekolah Sudah Disalurkan
BACA JUGA:  Baznas Sumedang Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Jadi, kata Cecep, terlepas proyek ini viral atau tidak, Inspektorat Sumedang pastinya akan tetap memeriksa proyek ini.

Cecep mengatakan, sesuai DPA yang diterima dari Dinas Perkimtan, nilai proyek pembangunan itu sebesar Rp193 juta.

Pembangunan gapura ini, kata Cecep, dialokasikan pada APBD Perubahan Kabupaten Sumedang tahun 2019 lalu.

Adapun terkait masalah desain, kata Cecep, sesuai keterangan salah seorang petugas dari Dinas Perkimtan, pembangunan gapura ini konon telah sesuai dengan gambar atau desain proyeknya.

“Informasi awal, gapura ini sudah sesuai gambar. Tapi nanti dilihat saja hasil pemeriksaannya,” ujar Cecep. (R003)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles