Festival Tabuh Bedug dan Gema Takbir Semarakkan Malam Takbiran di Sumedang

Festival Tabuh Bedug dan Gema Takbir di Sumedang
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir buka Festival Tabuh Bedug dan Gema Takbir di Alun-alun Sumedang, Jumat (21/3/2026). Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Suasana malam takbiran di Masjid Agung Sumedang, Jawa Barat pada Jumat (20/3/2026), terasa begitu semarak.

Festival Gema Takbir dan Tabuh Bedug Kampung Ramadan ke-15, digelar sebagai wujud sukacita. Sekaligus, ungkapan syukur umat Muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan ini, tidak hanya menjadi ajang perayaan. Tetapi juga, upaya melestarikan tradisi budaya Islam yang telah mengakar di masyarakat Sumedang.

Melalui perpaduan tabuhan bedug dan lantunan takbir, festival ini menghadirkan harmoni religi yang sarat makna.

Selain itu, menjadi ruang kreativitas lintas generasi, khususnya bagi kalangan pemuda.

Para peserta menampilkan aksi seni perkusi bedug yang berpadu dengan gema takbir, menciptakan suasana dakwah yang dinamis dan inspiratif.

Baca juga:  Dony Ahmad Munir Beri Dukungan pada Sofia Sahla untuk Lolos Paskibraka Nasional

Festival ini juga, menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan nilai-nilai keislaman melalui seni budaya yang membangun.

Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasinya kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Ikatan Remaja Masjid Agung (IRMA) yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Dony menilai, festival ini memiliki peran penting dalam menyemarakkan syiar Islam selama bulan Ramadan.

“Ini adalah kegiatan yang sangat positif, memberikan ruang bagi umat Islam untuk merayakan Ramadan dengan cara yang lebih tertib dan bermakna,” ujarnya.

Menurut Dony, penyelenggaraan festival di lingkungan masjid juga mampu mengalihkan konsentrasi masyarakat dari aktivitas takbir keliling di jalan raya.

Dengan demikian, masyarakat Sumedang memiliki alternatif tempat berkumpul yang lebih aman dan terpusat saat malam takbiran.

Baca juga:  Curi Blocking Piece di Tol Cisumdawu, Polisi Ringkus Kakak Beradik asal Bandung

“Masjid Agung menjadi titik kumpul yang menghadirkan suasana religius sekaligus menjaga ketertiban. Ini, tentu lebih baik dibandingkan konvoi kendaraan di jalan,” tambahnya.

Dony menyebutkan, festival ini merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi lama yang sarat nilai positif.

Selain itu, menggali potensi budaya baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui seni budaya seperti ini, dakwah dapat disampaikan dengan cara yang lebih halus dan menyentuh. Ini akan membentuk karakter masyarakat yang lebih berbudaya dan religius,” tuturnya. ***