NEWS, ruber.id – Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, meninjau kondisi rumah warga calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jumat (13/3/2026).
Kunjungan tersebut, dilakukan untuk memastikan kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang akan mendapatkan bantuan perbaikan melalui program BSPS dari pemerintah pusat.
Dalam peninjauan tersebut, Fitrah mengatakan, pemerintah berkomitmen mempercepat penanganan RTLH agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang sehat dan layak.
“Rumah dengan tingkat kelembaban tinggi seperti ini harus segera dibantu karena berpotensi menimbulkan penyakit bagi penghuninya,” ujar Fitrah saat melihat langsung kondisi salah satu rumah warga.
Ia menjelaskan, rumah yang telah dinyatakan tidak layak huni akan segera ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK).
Dengan begitu, proses perbaikan dapat segera dilaksanakan tanpa harus menunggu waktu lama.
550 Rumah di Sumedang Segera Diperbaiki
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan, pada tahap awal program BSPS tahun ini, sebanyak 550 unit Rutilahu di wilayahnya akan diperbaiki menjadi rumah layak huni.
“Pada tahap pertama terdapat 550 rumah yang akan diperbaiki. Di wilayah Sumedang kota saja, terdapat sekitar 100 rumah tidak layak huni yang masuk dalam program ini,” kata Dony.
Dony menyebutkan, pelaksanaan program tersebut didukung anggaran lebih dari Rp10 miliar dan melibatkan berbagai pihak. Termasuk, sektor usaha serta partisipasi masyarakat.
Selain dukungan pemerintah, program perbaikan rumah juga diperkuat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sebesar Rp5 juta per unit rumah.
Selain itu, melalui bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebesar Rp3 juta.
Adapun kontribusi masyarakat diwujudkan melalui gotong royong tenaga dari warga sekitar yang dikoordinasikan oleh RT dan RW setempat.
Dony optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat tersebut dapat mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni di Sumedang serta meningkatkan kualitas hidup warga.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin rumah-rumah tidak layak huni di Sumedang dapat segera berubah menjadi rumah yang sehat dan layak ditempati,” ucapnya. ***






