NEWS, ruber.id – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir memastikan lima warga Kecamatan Wado yang terlantar di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, akan segera dipulangkan ke kampung halaman.
Saat ini, Pemkab Sumedang tengah memfasilitasi proses kepulangan mereka setelah mendapatkan dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Kepastian tersebut, disampaikan Bupati Dony setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah provinsi, untuk membantu para pekerja yang mengalami kesulitan selama berada di Papua.
Kelima warga Kabupaten Sumedang yang saat ini berada di Papua yakni Rahya Efendi (Nagrak, Desa Cikareo Utara), Dedi (Cilangkap).
Kemudian, Jaja (Pasir Hurip, Sukajadi), Yusup Maulana (Wado), dan Dede Gunawan (Cisurat).
Mereka diketahui berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 setelah menerima tawaran pekerjaan dalam sebuah proyek pembangunan dari seorang mandor.
Namun, setelah hampir satu bulan berada di lokasi, mandor yang menjanjikan pekerjaan tersebut tidak pernah muncul.
Akibatnya, para pekerja tidak mendapatkan pekerjaan maupun upah seperti yang dijanjikan dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bupati Dony Video Call dengan Para Pekerja di Papua
Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Dony langsung melakukan komunikasi melalui video call dengan para pekerja untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan moral.
“Insya Allah, kami pastikan kelima warga tersebut bisa pulang. Yang penting tetap tenang, jaga kesehatan, dan bersabar hingga proses pemulangan selesai,” ujar Dony.
Dony juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat KDM yang turut memberikan perhatian dan bantuan dalam memfasilitasi kepulangan warga Sumedang tersebut.
Rencananya, proses pemulangan akan dilakukan melalui jalur udara.
Para pekerja akan diberangkatkan dari Bandara Dekai menuju Bandara Sentani di Jayapura.
Kemudian, melanjutkan penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Sebelum akhirnya, kembali ke Wado, Sumedang.
Pemkab Sumedang memastikan, akan terus mengawal proses tersebut hingga seluruh warga dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan bekal kepada para pekerja untuk membantu kebutuhan selama perjalanan pulang.
Dony menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk melindungi warganya. Termasuk, mereka yang menghadapi kesulitan saat bekerja di luar daerah.
Dony mengimbau, masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah yang tidak memiliki kejelasan.
Baik terkait perusahaan, kontrak kerja, maupun pihak penanggung jawab di lapangan. Sehingga, kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. ***






