25.4 C
Indonesia
Minggu, September 26, 2021
spot_img

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

PANGANDARAN, ruber.id — Reza Fahmi, 24, warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sukses melakukan budidaya biawak.

Meski tergolong masih muda, namun dari budidaya biawak yang dilakukannya ini, ia berhasil meraup jutaan rupiah.

Keberadaan biawak bagi warga Pangandaran sendiri, merupakan binatang yang tidak bermanfaat.

Karena, hewan pemilik nama latin Varanus Salvator ini, sering mengganggu ternak hewan dan ikan.

Namun, bagi Reza justru menjadi peluang sekaligus inspirasi usaha rumahan yang memiliki nilai jual tinggi.

BACA JUGA:  Ribuan Karyawan di Pangandaran Dirumahkan Sejak Pandemi

Biawak yang ia kembangbiakkan ini rata-rata dari usia 7 hari hasil peranakan induknya.

BACA JUGA:  Kasus Stunting di Pangandaran Tergolong Rendah, Tahun 2019 Ada 344 Balita

Reza menyebutkan, ia menekuni budidaya biawak sejak kecil. Tepatnya, ketika masih duduk dibangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 5.

Semula, Reza menernak biawak karena lucu saat melihat warna kulitnya. Selain itu juga ada beberapa manfaat dari daging biawak untuk dijadikan obat tradisional.

Reza mengaku, harga jual biawak yang dikembangkan dan dibudidaya olehnya rata-rata dijual dengan harga Rp2 juta/ekor, bahkan lebih.

Kebanyakan konsumen yang membeli biawak itu, selain pencinta hewan juga untuk pengobatan tradisional.

Untuk pemeliharaannya sendiri, kata Reza, sangat mudah dan sederhana. Cukup dengan memberi makan dengan telor ayam, ikan, daging ayam. Baik yang dipasak atau mentah.

BACA JUGA:  KWT Srikandi Agri Lestari Berhasil Produksi Pupuk Organik

Semua biawak peliharaan Reza ini jinak, tidak ada yang buas karena sudah mengenali pemeliharanya.

BACA JUGA:  Peparpenas 2019, Pecatur Disabilitas asal Pangandaran 'Krisna Aji' Siap Wakili Jabar

Terkadang, lanjut Reza, biawak yang dipelihara juga memiliki karakter yang buas jika dimainkan oleh orang yang tidak dikenal.

“Kalau biawak bagi orang lain memang hama. Karena, merusak ternak peliharaan petani, tapi bagi saya merupakan sumber keuangan yang sangat potensial,” ujarnya. (R001/Syam)

Baca berita lainnya: Desa Karangjaladri Pangandaran Jadi Kawasan Budidaya Kakap Putih

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles