Senin, 10 Agu 2020

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

Baca Juga

Kemarau, 12 Kecamatan di Ciamis Rawan Krisis Air Bersih

CIAMIS, ruber -- Mulai bulan Juni ini, di Kabupaten Ciamis telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan edaran BMKG pada bulan Maret 2019 yang diterima BPBD Ciamis,...

Bansos COVID-19 Pemprov Jabar Tak Kunjung Tiba, Bupati Jeje Angkat Bicara

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat akan memberikan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) penanggulangan COVID-19 senilai Rp150.000 dalam bentuk voucher selama...

HMI Ciamis: KPU Bobrok Laksanakan Tugas Jelang Pemilu 2019

Klik HMI Ciamis: KPU Bobrok Laksanakan Tugas Jelang Pemilu 2019 untuk baca opini selengkapnya. (*)loading... (sc_adv_out = window.sc_adv_out || ).push({ ...

Arief Budiman Lantik Andis, Komisioner KPU Pangandaran Lengkap Kembali

  Arief Budiman Lantik Andis, Komisioner KPU Pangandaran Lengkap Kembali PANGANDARAN, ruber.id -- KPU RI melantik Andis Dedi Supriadi sebagai pengganti antarwaktu anggota KPU Pangandaran, Jawa...

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

PANGANDARAN, ruber.id — Reza Fahmi, 24, warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sukses melakukan budidaya biawak.

Meski tergolong masih muda, namun dari budidaya biawak yang dilakukannya ini, ia berhasil meraup jutaan rupiah.

Keberadaan biawak bagi warga Pangandaran sendiri, merupakan binatang yang tidak bermanfaat.

Karena, hewan pemilik nama latin Varanus Salvator ini, sering mengganggu ternak hewan dan ikan.

Namun, bagi Reza justru menjadi peluang sekaligus inspirasi usaha rumahan yang memiliki nilai jual tinggi.

Biawak yang ia kembangbiakkan ini rata-rata dari usia 7 hari hasil peranakan induknya.

Reza menyebutkan, ia menekuni budidaya biawak sejak kecil. Tepatnya, ketika masih duduk dibangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 5.

Semula, Reza menernak biawak karena lucu saat melihat warna kulitnya. Selain itu juga ada beberapa manfaat dari daging biawak untuk dijadikan obat tradisional.

Reza mengaku, harga jual biawak yang dikembangkan dan dibudidaya olehnya rata-rata dijual dengan harga Rp2 juta/ekor, bahkan lebih.

Kebanyakan konsumen yang membeli biawak itu, selain pencinta hewan juga untuk pengobatan tradisional.

Untuk pemeliharaannya sendiri, kata Reza, sangat mudah dan sederhana. Cukup dengan memberi makan dengan telor ayam, ikan, daging ayam. Baik yang dipasak atau mentah.

Semua biawak peliharaan Reza ini jinak, tidak ada yang buas karena sudah mengenali pemeliharanya.

Terkadang, lanjut Reza, biawak yang dipelihara juga memiliki karakter yang buas jika dimainkan oleh orang yang tidak dikenal.

“Kalau biawak bagi orang lain memang hama. Karena, merusak ternak peliharaan petani, tapi bagi saya merupakan sumber keuangan yang sangat potensial,” ujarnya. (R001/Syam)

Baca berita lainnya: Desa Karangjaladri Pangandaran Jadi Kawasan Budidaya Kakap Putih

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Guru asal Situraja Positif Corona Ikut Rapat, 10 Pegawai Disparbudpora Sumedang Isolasi Mandiri

SUMEDANG, ruber.id - Seorang guru di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif corona. Guru yang juga panitia hajat...

Rancangan KUPA-PPAS Disetujui Enam Fraksi di DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyetujui dan menerima penjelasan bupati. Hal itu terkait rancangan Kebijakan...

Bocah Tenggelam di Muara Ciasem Subang Ditemukan

SUBANG, ruber.id - Indra, 9, bocah yang tenggelam saat berenang di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat ditemukan, Minggu (9/8/2020) malam...

Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

SUMEDANG, ruber.id - Perkebunan teh Margawindu di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendadak ramai dikunjungi para pecinta alam,...

Bocah asal Subang Hilang di Kali Muara Ciasem

SUBANG, ruber.id - Indra, bocah umur 9, hilag tenggelam di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2020) sekitar jam 14.00...