21.6 C
Sumedang
Thursday, 27 Feb 2020 | 21:36

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

Must read

Dikira Singkong, Petani di Ciamis Ternyata Pegang Mortir Peninggalan Belanda

TAMBAKSARI, ruber.id - Petani di Dusun Samarang, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Ciamis, Jawa Barat tak mengira apa yang ditemukannya mortir aktif peninggalan...

Jambret Bermobil Avanza Rampas Emas 15 Gram dari Nenek asal Cisarua Sumedang

CISARUA, ruber.id - Mara, nenek umur 73 tahun asal Dusun Gandasoli TT 02/02, Desa Kebonkalapa, Cisarua, Sumedang, Jawa Barat jadi korban penjambretan,...

Basarnas Bandung Masih Cari Kakek asal Karawang di Sungai Citarum

KARAWANG, ruber.id - Tim SAR gabungan terus berupaya melakuka pencarian terhadap Suparta, 56, yang tenggelam di Sungai Citarum.

Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Pamarican Ciamis

PAMARICAN, ruber.id - Banjir bandang merendam Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Jawa Barat, Kamis  (27/2/2020) jam 15.30 WIB.

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

PANGANDARAN, ruber.id — Reza Fahmi, 24, warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sukses melakukan budidaya biawak.

Meski tergolong masih muda, namun dari budidaya biawak yang dilakukannya ini, ia berhasil meraup jutaan rupiah.

Keberadaan biawak bagi warga Pangandaran sendiri, merupakan binatang yang tidak bermanfaat.

Karena, hewan pemilik nama latin Varanus Salvator ini, sering mengganggu ternak hewan dan ikan.

Namun, bagi Reza justru menjadi peluang sekaligus inspirasi usaha rumahan yang memiliki nilai jual tinggi.

Biawak yang ia kembangbiakkan ini rata-rata dari usia 7 hari hasil peranakan induknya.

Reza menyebutkan, ia menekuni budidaya biawak sejak kecil. Tepatnya, ketika masih duduk dibangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 5.

Semula, Reza menernak biawak karena lucu saat melihat warna kulitnya. Selain itu juga ada beberapa manfaat dari daging biawak untuk dijadikan obat tradisional.

Reza mengaku, harga jual biawak yang dikembangkan dan dibudidaya olehnya rata-rata dijual dengan harga Rp2 juta/ekor, bahkan lebih.

Kebanyakan konsumen yang membeli biawak itu, selain pencinta hewan juga untuk pengobatan tradisional.

Untuk pemeliharaannya sendiri, kata Reza, sangat mudah dan sederhana. Cukup dengan memberi makan dengan telor ayam, ikan, daging ayam. Baik yang dipasak atau mentah.

Semua biawak peliharaan Reza ini jinak, tidak ada yang buas karena sudah mengenali pemeliharanya.

Terkadang, lanjut Reza, biawak yang dipelihara juga memiliki karakter yang buas jika dimainkan oleh orang yang tidak dikenal.

“Kalau biawak bagi orang lain memang hama. Karena, merusak ternak peliharaan petani, tapi bagi saya merupakan sumber keuangan yang sangat potensial,” ujarnya. (R001/Syam)

Baca berita lainnya: Desa Karangjaladri Pangandaran Jadi Kawasan Budidaya Kakap Putih

- Advertisement -

More articles

1 COMMENT

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest article

Dikira Singkong, Petani di Ciamis Ternyata Pegang Mortir Peninggalan Belanda

TAMBAKSARI, ruber.id - Petani di Dusun Samarang, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Ciamis, Jawa Barat tak mengira apa yang ditemukannya mortir aktif peninggalan...

Jambret Bermobil Avanza Rampas Emas 15 Gram dari Nenek asal Cisarua Sumedang

CISARUA, ruber.id - Mara, nenek umur 73 tahun asal Dusun Gandasoli TT 02/02, Desa Kebonkalapa, Cisarua, Sumedang, Jawa Barat jadi korban penjambretan,...

Basarnas Bandung Masih Cari Kakek asal Karawang di Sungai Citarum

KARAWANG, ruber.id - Tim SAR gabungan terus berupaya melakuka pencarian terhadap Suparta, 56, yang tenggelam di Sungai Citarum.

Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Pamarican Ciamis

PAMARICAN, ruber.id - Banjir bandang merendam Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Jawa Barat, Kamis  (27/2/2020) jam 15.30 WIB.

Wisnu Murdianto Dilantik sebagai Kasi Intel Kejari Depok

DEPOK, ruber.id - Kepala Kejari Depok, Jawa Barat, Yudi Triadi, SH., MH., melantik Herlangga Wisnu Murdianto, SH., MH., sebagai kepala Seksi Intelijen...