23.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Basmi LGBT: Pemkot Depok Buka Krisis Center, Gencarkan Razia

Basmi LGBT: Pemkot Depok Buka Krisis Center, Gencarkan Razia

KOTA DEPOK, ruber.id — Pemkot Depok, Jawa Barat akan membuka krisis center khusus korban Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Selain itu, aparat juga akan makin gencar melakukan razia, khususnya yang terkait dengan perilaku seks menyimpang di wilayah Kota Depok.

Langkah ini diambil Wali Kota Depok Mohammad Idris setelah adanya kasus yang menjerat salah satu warga Kota Depok, yakni Reynhard Sinaga.

Ia merupakan terpidana kasus pemerkosaan yang divonis hukuman seumur hidup di Manchester, Inggris.

Idris menjelaskan, krisis center dibentuk berdasarkan kolaborasi pemerintah, kepolisian, TNI, dan komunitas peduli keluarga.

BACA JUGA:  Hingga Akhir Ramadan, PDAM Depok Akan Bagikan Nasi Kotak untuk Warga

Krisis center ini baru akan dibentuk, yang sudah ada kelompok-kelompok yang menangani ini (LGBT).

BACA JUGA:  Kasusnya Terus Melonjak, Pemkot Depok Tetapkan 73 Hari Tanggap Darurat Corona

Tak hanya itu, Idris juga menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar meningkatkan upaya pencegahan dan penyebaran perilaku tersebut.

Peningkatan upaya pencegahan ini, lanjut Idris, guna memperkuat ketahanan keluarga.

“Khususnya perlindungan terhadap anak,” kata Idris.

Idris menekankan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk lebih aktif melakukan pencegahan serta pengawasan.

Pencegahannya, kata Idris, akan lebih diaktifkan melalui penertiban dan razia apartemen dan indekos.

Idris menyebutkan, upaya pencegahan ini bisa dilakukan dengan membentuk Persatuan Penghuni dan Pemilik Satuan Rumah Susun (P3SRS).

BACA JUGA:  Cek Meteran Listrik ke Lapangan, PLN Utamakan Protokol Kesehatan

Fungsinya, kata Idris, guna mempermudah komunikasi dan pengendalian penghuni kos atau apartemennya.

Idris menegaskan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, jika ditemukan adanya kelompok LGBT di Kota Depok.

BACA JUGA:  Ada Potongan Kaki Manusia di Setu Depok, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Idris menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah pusat bertujuan untuk mendudukkan posisi segmentasi warga yang memang semuanya hidup di negara ini.

“Yang pasti bahwa semua agama menolak LGBT, negara kita ini negara beragama, jadi itu yang perlu dikedepankan,” ujarnya. (R007/moris)

Baca berita lainnya: Reynhard Sinaga Coreng Nama Baik Daerah, Warga Kota Depok Sepakat Tolak LGBT

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles