Sabtu, 15 Agu 2020

Banjir dan Longsor di Kota Depok di Luar Dugaan, Pemerintah Tambah Anggaran Pengawasan Setu

Baca Juga

Selama Puasa, Pemain Persib Bandung Diminta Tetap Berlatih

PERSIB, ruber.id - Selama bulan suci Ramadan, para pemain Persib Bandung diminta tetap berlatih. Meski begitu, Pelatih Persib Bandung...

Lupa Diundang, Bawaslu Telat Hadiri Pelantikan PPK dan PPS

“Pihak KPU mengatakan, petugas distribusi surat dari KPU lupa, sehingga pembertahuan itu terlambat,” kata Haidar kepada ruber.

IPDN Jatinangor Dibobol Maling, Polres Sumedang Ringkus 2 Pelaku

JATINANGOR, ruber.id - Jajaran Satreskrim Polres Sumedang meringkus dua pencuri yang membobol gudang kampus IPDN Jatinangor, Sumedang. Pelaku diketahui...

Warung Sate Leces Gaul di Jalan Simpang Parakanmuncang Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta

Warung Sate Leces Gaul di Jalan Simpang Parakanmuncang Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta SUMEDANG, ruber.id -- Rumah makan warung sate Leces Gaul di Jalan...

Banjir dan Longsor di Kota Depok di Luar Dugaan, Pemerintah Tambah Anggaran Pengawasan Setu

KOTA DEPOK, ruber.id — Bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Depok, Jawa Barat akan berimbas pada penambahan anggaran, khususnya untuk pengawasan setu.

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad menyebutkan anggaran hibah yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk revitalisasi dan pengawasan di 23 setu sebesar Rp59 miliar.

Kemungkinan, kata Idris, anggaran ini akan bertambah, karena adanya kejadian banjir.

BACA JUGA: Debit Sungai Ciliwung Kembali Normal, Warga Kota Depok Diminta Tetap Waspada

“Kajiannya akan dirubah, kami bisa menaikkan biaya tak terduga (BTT),” kata Idris, Ahad (5/1/2020) kemarin.

Sementara, kata Idris, untuk penanganan bencana banjir, Pemkot Depok juga telah melakukan evaluasi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Idris mengakui jika kasus bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu ini, terjadi di luar prediksi.

Pihaknya, sedang mengintegrasikan persoalan di perkotaan yang menjadi tiang penyangga Ibu Kota, dalam Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur.

Bencana yang terjadi kali ini, kata Idris, meningkat menjadi dua kali lipat dibandingkan beberapa waktu ke belakang.

Sehingga, lanjut Idris, memang dibutuhkan dana ekstra untuk penanggulangannya.

“Ini jadi bahan evaluasi. Peningkatan pembiyaan bencana di wilayah penyangga ibu kota khususnya,” sebutnya.

Nantinya, kata Idris, dalam BKSP akan dikolaborasikan seluruh inti permasalahan bencana.

Mulai dari penataan Ciliwung (Depok), Evaluasi Katulampa, termasuk masalah Cisadane (Bekasi).

“Ini semua akan terelabolasi,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Pemkot Depok menetapkan status tanggap darurat, setelah bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Depok, Jawa Barat.

Status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 433/01/kpts/DPKP/Huk/2020.

Keputusan status tanggap darurat bencana longsor, banjir, angin kencang ini dikeluarkan dengan jangka waktu selama 14 hari. Terhitung sejak 1-14 Januari 2020.

Adapun besaran anggaran untuk tanggap bencana ini mencapai Rp20 miliar.

Anggaran tersebut mencakup dua kegiatan yaitu permanen meliputi pembangunan terkait infrastruktur yang diakibatkan bencana alam.

Sedangkan nonpermanen yaitu pembangunan yang bersifat sementara. Untuk pelaksanaan bantuan logistik seperti penyediaan tenda darurat, dapur umum, bantuan obat-obat, makanan dan minuman untuk keperluan pengungsi korban bencana. moris

Baca berita lainnya: Saat Evakuasi Korban Banjir, Polresta Depok Temukan Paket Ganja 51 Kg dan Sabu Siap Edar

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...