28.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Anak Mudah Marah? Jangan Pernah Membentaknya, Lakukan Hal Ini untuk Mengatasinya

ILUSTRASI anak marah. net/ruber.id

Anak Mudah Marah? Jangan Pernah Membentaknya, Lakukan Hal Ini untuk Mengatasinya

ruber.id — Kondisi marah merupakan salah satu bentuk emosi yang wajar. Hal itu bisa dialami oleh semua kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa.

Memang, biasanya anak-anak meluapkan rasa kesalnya dengan cara mengamuk, galak, menjerit, atau menangis dramatis.

Walaupun dianggap normal, kemarahan akan menjadi masalah jika tidak terkendali atau agresif.

Apabila anak Anda sering mengalami kondisi tersebut, jangan langsung menghukum atau berbalik marah. Coba lakukan beberapa hal ini untuk mengatasinya sebagaimana yang berhasil ruber.id rangkum dari berbagai sumber.

Pertama-tama, Anda harus tahu terlebih dahulu penyebab kemarahan anak. Apakah karena memiliki permasalahan di sekolah atau lingkungan mainnya.

Tak hanya itu, ada beberapa hal sederhana bisa jadi penyebab seorang anak mudah marah, misalnya karena lapar dan kondisi kesehatan anak.

Selain itu, Anda sebagai orang tua harus peka terhadap perasaan anak. Anda harus tahu bahwa anak-anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan dan mendapatkan sesuatu.

BACA JUGA:  4 Tips Atasi Malu di Depan Umum
BACA JUGA:  Ide Berpakaian saat Musim Hujan

Sayangnya, kemampuan mereka belum sekuat keinginannya. Hal inilah yang biasanya membuat anak Anda kesal dan melampiaskannya dengan marah-marah.

Untuk itu, sebagai orang tua, penting bagi Anda memahami perasaan dan kebiasaan si kecil. Coba kenali kesukaan mereka akan sesuatu, memahami apa yang ingin atau tidak ingin mereka lakukan, dan lain sebagainya.

Ini juga mampu membantu orang tua untuk lebih lebih mudah menggali potensi yang dimiliki anak, sehingga anak akan melakukan kegiatan yang memang mereka senangi.

BACA JUGA: Cegah Anak Kecanduan Game, Lakukan Ini Sebelum Terlambat

Selanjutnya, Anda harus membangun komunikasi yang hangat. Anda bisa memulainya dengan mendengarkan semua keluhan si kecil, karena pada dasarnya anak-anak memang selalu ingin diperhatikan.

Ketika mendengar keluhan mereka, orang tua harus melakukannya dengan pendekatan kasih sayang. Namun, Anda tetap perlu memberikan nasihat pada anak di waktu yang sangat tepat.

BACA JUGA:  Etika Membayar Tagihan saat Makan dengan Teman

Dengan menjalin komunikasi yang baik, anak-anak bisa mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan segala bentuk aspirasinya kepada Anda.

Kemudian, Anda jangan lupa kalau sebagai orang tua, Anda harus menjadi panutan yang baik bagi anak.

Perlu Anda ketahui, sifat dan sikap si kecil dapat dibentuk oleh lingkungan di mana mereka dibesarkan. Inilah yang mengharuskan para orang tua untuk memberikan teladan yang baik sejak dini kepada anak-anaknya.

BACA JUGA:  Etika Membayar Tagihan saat Makan dengan Teman

Kalau dalam keseharian, Anda sering marah-marah atau tidak memiliki kemampuan untuk menahan emosi bahkan sampai melakukan kekerasan fisik seperti memukul, maka kemungkinan besar sangat berpengaruh kepada anak.

Oleh karena itu, apabila Anda menginginkan anak-anak bisa mengendalikan sifat dan sikap mereka, Anda juga harus untuk mengontrol diri dengan cara tidak meluapkan amarah di hadapan si kecil secara langsung.

Anda juga perlu menghindari tontonan dan bacaan yang mengandung unsur kekerasan. Di zaman sekarang, sejak kecil, anak sudah akrab dengan gadget.

BACA JUGA:  Jangan Biarkan Charger HP Terus Menancap di Colokan, Akibatnya Sangat Fatal

Secara tidak langsung, hal itu membuat anak lebih rentan terpapar hal-hal yang mengandung unsur kekerasan. Entah dari menonton video, games, ataupun hal lainnya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, jauhkan anak dari gadget. Berusahalah agar anak fokus pada buku bacaan, permainan edukatif, dan interaksi sosial dengan teman sebayanya.

Terakhir, Anda sebaiknya memberikan larangan yang logis. Seharusnya, kata-kata larangan seperti ‘jangan’, ‘tidak boleh’ dan sebagainya sering kali membuat anak merasa tidak dipercayai atau dibatasi ruang geraknya.

Nah, sebagai orang tua kita wajib memberikan alasan yang logis kepada anak kita mengapa kita melarangnya melakukan sesuatu.

BACA JUGA:  Anak Malas Belajar? Begini Cara Menangani Tanpa Memarahinya

Bila itu menyangkut hal yang dapat membahayakan dirinya, maka kita wajib menjelaskan risiko-risiko yang dapat terjadi bila dia memaksa untuk melakukannya.

Itulah beberapa cara mengatasi anak yang mudah marah. Ingat, Anda jangan langsung menghukum atau kembali memarahinya, apalagi sampai membentak. Semoga bermanfaat! red

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles