22.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Wajib Tahu! Jenazah Pasien Positif Covid-19 Tidak Menularkan Virus

ruber.id – Beberapa hari lalu, viral di media sosial ada masyarakat yang menolak jenazah Covid-19 dikebumikan di kampungnya.

Penolakan tersebut tentunya tak lepas dari kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penularan virus tersebut saat pengidapnya meninggal.

Dalam hal ini, masyarakat diminta untuk tidak panik karena jenazah Covid-19 tidak menularkan virus.

Hal itu diungkapkan ahli forensik Mabes Polri Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry P SpF dalam zoom sharing  bersama Liputan6.com, Sabtu (11/4/2020).

Sumy mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan percayakan kepada pihak medis bahwa jenazah sudah aman dan tidak akan menulari.

BACA JUGA: China Temukan Obat Antivirus Corona, Goodbye COVID-19

BACA JUGA:  Hilang Indra Penciuman, Warga Jatinangor Meninggal, Pasien COVID-19 di Sumedang Tambah 20 Orang

“Tidak akan menyebarkan virus alau dipulasara dengan tepat. Virus akan mati di dalam tubuh jenazah,” ungkapnya dilansir dari Liputan6.com.

BACA JUGA:  Masjid Agung Ciamis Tetap Gelar Jumatan, DKM: Kalau Tak Menggelar, Kita yang Salah

Selain itu, lanjut Dr Sumy, proses mengurus jenazah harus dilakukan oleh tim dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Tidak melarang jika ada yang ingin menyolati jenazah. Hanya saja jaraknya diatur. Pemakaman dilakukan tim forensik hingga memasukkan jenazah ke liang lahat,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, sebelumnya, jenazah dipulasara dengan teliti oleh tim forensik dengan penutupan semua lubang tubuh.

Kemudian, jenazah juga dibungkus plastik dengan rapat sebelum dikafani untuk mencegah tembusnya cairan jenazah yang berpotensi membawa virus.

BACA JUGA:  Update Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya: Nihil Kasus Baru, Tetap Sehat dan Jaga Daya Tahan Tubuh

“Jadi tidak akan menulari kalau tidak dibuka,” tandasnya.

Sementara disinggung mengenai ziarah kubur, menurutnya ketika jenazah sudah dikubur maka tidak masalah jika keluarga ingin berziarah.

Namun, yang menjadi masalah adalah kalau ziarahnya berkerumun dan tidak menggunakan masker.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 di Ciamis Naik Pasca Lebaran, Polres Gelar Vaksinasi Massal

Lalu, jika ada permintaan keluarga yang ingin memindahkan jenazah dari kuburan pertama ke kuburan lain, Dr Sumy menyarankan dilakukan setidaknya 3 bulan setelah jenazah dikuburkan. 

Karena, dalam kurun waktu tersebut, diperkirakan sudah tidak ada virus tersisa di jasad.

“Yang jelas, masyarakat tidak usah khawatir tertular oleh jenazah, tim forensik sudah sangat teliti,” katanya. (R004/Tasya)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles