29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Wagub Jabar Jenguk Ratusan Anak Kecanduan Gawai di RSJ Cisarua

BERITA BANDUNG BARAT, ruber.id – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjenguk ratusan pasien anak kecanduan gawai di Rumah Sakit Jiwa. Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/3/2021).

Makin Banyak Anak Kecanduan Gawai

Kecanduan gawai pada anak di Jabar, kian hari kian memprihatinkan. Terlebih, sekarang waktu anak dengan gawai makin lama. Karena sekolah masih memberlakukan pembelajaran daring.

Data per Januari 2021 saja, sudah ada delapan pasien yang dirawat di RSJ Cisarua. Sementara pasien yang berobat jalan tercatat sekitar 200 anak. Pemdaprov Jabar memandang ini masalah serius dan perlu dicegah sejak dini.

Wagub Uu meminta, orang tua membatasi interaksi anak-anaknya dengan gadget. Kecuali, untuk pembelajaran daring. Penggunaan gawai oleh anak perlu diawasi ketat.

“Penting diketahui orang tua. Bahwa penggunaan gawai lebih dari enam jam per hari berbahaya bagi mental dan psikis anak,” ujar Kang Uu. Usai berinteraksi dengan anak-anak pencandu gawai.

BACA JUGA:  Industri Pertahanan RI Bisa Masuk Top 50 Dunia
BACA JUGA:  Anggaran Perbaikan Irigasi di Pangandaran Capai Rp18.9 Miliar

Kang Uu menjelaskan, bukan hanya durasi. Konten yang dibuka anak pun perlu diawasi agar tidak terpapar hal-hal negatif.

“Orang tua untuk selalu mengawasi dan menemani anak-anak. Ketika menggunakan gawai pada tiap situasi dan kondisi,” kata Kang Uu.

Kang Uu menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak kecanduan gawai. Terutama, fitur game online dan platform media sosial.

“Dia awalnya punya gangguan dengan stres, banyak mengurung diri. Tidak punya teman, kemudian dia pegang handphone. Maka terjadilah adiksi,” ungkap Kang Uu.

Kang Uu menuturkan, atau bisa jadi anak awalnya tidak punya gangguan stres. Tapi, karena tidak ada kegiatan bersama orang tua dan anak. Maka, mencuri-curi kesibukan dengan bermain gadget orang tua. Maupun miliknya sendiri.

BACA JUGA:  Anggaran Perbaikan Irigasi di Pangandaran Capai Rp18.9 Miliar

Untuk itu, lanjut Kang Uu, penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif. Yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak. Jika dilakukan konsisten, anak akan merasa diperhatikan orang tua. Dan aktivitas bermain gawai menjadi tidak menyenangkan.

BACA JUGA:  PPLIPI Jabar Baksos di Subang, Lina Ruzhan Serahkan 100 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

“Jangan biarkan anak murung sendiri di rumah atau di kamar. Anak harus diusahakan ceria. Bergaul dengan orang tua dan teman. Tapi temannya dipilih dan dipilah juga,“ kata Kang Uu.

Kang Uu menambahkan, sebagai bangsa beragama, pendidikan agama sangat penting diterapkan orang tua. Sehingga anak, memiliki keseimbangan dan tujuan hidup.

“Kalau tidak ada pendidikan ukhrowi kami khawatirkan tidak seimbang. Akhirnya terjadi hal semacam ini,” kata Kang Uu.

Upaya Pemdaprov Jabar Minimalisasi Anak Kecanduan Gawai

Untuk meminimalisasi kecanduan gawai pada anak, salah satu cara yang dilakukan Pemdaprov Jabar. Yaitu, dengan membuat program Setangkai (Sekolah Aman Menggunakan Gawai).

BACA JUGA:  Pemprov Jabar Dorong Kabupaten Kota Pakai Manajemen Talenta ASN

Dengan konsep dan pola untuk penerapan dan literasi pada guru, orang tua, dan anak akan aman dan bijak dalam penggunaan gawai.

“Kami segera sosialisasikan pada masyarakat. Termasuk di awal di hari Selasa, kami akan mengundang minimal zoom meeting sekitar 1.000 orang yang mengurus anak-anak,” kata Uu.

Program Setangkai digagas awal 2020 sebelum pandemi COVID-19. Namun setelah pandemi Setangkai berubah arti menjadi Sekolah Aman Menggunakan Gawai. Ini adalah satu program unggulan di tahun 2021-2022.

BACA JUGA:  Industri Pertahanan RI Bisa Masuk Top 50 Dunia

“adi program ini sedang dikonsepkan bagaimana supaya memberikan literasi pada guru, orang tua dan anak. Mudah-mudahan akhir bulan ini,” kata Kang Uu. (R003)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles