GARUT  

Ada Tempat Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya di Garut

Tempat Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya di Garut

BERITA GARUT, ruber.id – Sekilas, tampilan kedai kopi ini yang satu ini biasa saja. Namun, tak jarang warga yang melintas jadi senyum-senyum sendiri saat membaca spanduk dengan tulisan Tempat Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya.

Tempat ngopi ini bernama Kedai Dukun, berlokasi di Jalan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Sedangkan spanduk nyeleneh tersebut terpasang di bagian depan kedai.

Pemilik kedai Edi, 37, alias Mang Kuwu, menjelaskan makna arti slogan tersebut.

“Tempat penitipan suami itu maksudnya, para istri tidak perlu khawatir saat suaminya ada di sini,” ujar Kuwu di kedai miliknya, Rabu (26/6/2019).

Kuwu membuat tulisan itu lantaran kedai miliknya dekat dengan pasar dan pertokoan.

Baca juga:  Komunitas Badut Hibur Anak Korban Bencana Garut

“Tak jarang suami-suami yang mengantar istrinya mampir ke kedai. Jadi, buat suami yang nganter istri belanja, bisa menunggu di sini,” kata Kuwu.

Sedangkan arti kata buaya pada spanduk merupakan kependekan dari Bikin Usaha Asal Yakin Aja.

Menurut Kuwu, banyak orang yang mempertanyakan tulisan tersebut.

Bahkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sempat minta penjelasan.

“Ada yang datang, katanya harus ada izin dari BKSDA. Mengira penangkaran buaya beneran,” ucapnya.

Walau banyak mengundang tanya, ternyata Kedai Dukun ini memiliki fasilitas yang berbeda dengan kedai lainnya.

Di tempat ini, tersedia buku-buku sampai Alquran. Tujuannya, agar setiap pengunjung yang datang bisa meningkatkan literasinya.

“Tidak ada live musik di sini. Jadi, kalau ngobrol nyaman,” tuturnya.

Baca juga:  DPPKBPPPA Garut Kenalkan Sibanggalink ke Tim Lapangan

Berdiri tahun 2019 ini, Kedai Dukun Kuwu selalu ramai pengunjung. Menu andalannya adalah kopi dan nasi goreng dengan harga terjangkau. (Arsip ruber.id/detikcom)