Konsumsi Telat Datang, Anggota Dewan Ini Berang Lalu Robek Daftar Hadir

Konsumsi Telat Datang, Anggota Dewan Ini Berang Lalu Robek Daftar Hadir
Foto ilustrasi by Pexels.

BERITA NASIONAL, ruber.idLegislator PAN Bulukumba Syamsir Paro, merobek lembaran daftar hadir yang memuat tandatangan para anggota dewan dan tamu undangan.

Syamsir berang setelah mempersoalkan tidak adanya kue dan makanan kecil saat rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Bulukumba, Jumat (12/7/2019).

Anggota legislator yang satu ini, mempertanyakan soal itu karena cuma tersedia air mineral di atas meja.

Insiden tersebut terjadi ketika Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, selesai mengetuk palu sebanyak tiga kali.

Ketukan palu itu, merupakan tanda berakhirnya rapat yang membahas sengketa lahan kantor Dinas Koperasi Bulukumba yang warga klaim.

Dalam rapat itu, hadir pihak Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) dan ahli waris.

Baca juga:  Soal Pembubaran Tempat Isolasi Khusus Pemudik, Mahasiswa Berikan Tiga Tuntutan kepada BK DPRD Pangandaran

“Kalau perjalanan dinas cepat. Kalau kuenya orang lama datang, baru sudah semua (tamu) tandatangan. Ini pertanggunjawabannya orang, mana kuenya,” kata Syamsir Paro.

Ketika itu, para tamu undangan telah mengisi dan menandatangani daftar hadir kegiatan RDP.

Daftar hadir itu, merupakan salah satu pertanggunjawaban atas hidangan berupa kue dan nasi kotak.

Syamsir pun merobek daftar hadir, lalu melenggang pergi dari ruang paripurna.

Namun, tak lama setelah itu, Syamsir beranjak dari ruang rapat.

Makanan yang sekretariat DPRD Bulukumba pesan pun datang, walau terlambat.

Mengetahui fakta tersebut, staf Rumah Tangga Sekretariat DPRD Bulukumba Ani, menangis.

Ia mengaku tak tahu, bagaimana cara mempertanggungjawabkan konsumsi yang telah pesan sehari sebelum kegiatan tersebut.

Baca juga:  40 Calon Anggota DPRD Pangandaran Terpilih Tunggu Penetapan KPU

Sekretaris DPRD Bulukumba HM Daud Kahal, menyebut menyesalkan sikap Syamsir Paro tersebut.

Menurutnya, sikap yang Syamsir tunjukkan sebagai wakil rakyat, sangatlah tidak etis.

“Tidak etis, karena ini kan pertanggungjawaban staf saya. Dan ini bukan hal yang fiktif.”

“Kami sudah order sehari sebelum kegiatan, tetapi pihak ketiga yang terlambat mengantarkan konsumsinya,” katanya.

Menurut Daud, kalau anggota dewan tidak puas dengan pelayanan staf. DPRD bisa menyampaikan keluhannya dengan cara yang elegan.

“Bisa saja lewat RDP seperti saat ini, untuk mempertanyakan penyebabnya.”

“Itu, sesuai dengan mekanismenya,” kata Daud.

Daud berharap, agar insiden seperti ini tak terulang kembali.

Menurutnya, sebelumnya pernah muncul keluhan dari anggota dewan tentang menu makanan.

Baca juga:  Anggaran Reses Anggota Dewan di Pangandaran Rp1.7 Juta

“Kita anggap wajar, dan kita ganti saja menunya. Karena disampaikan secara baik-baik,” ungkap Daud.

Sumber: Tribunnews