Sabtu, 26 Sep 2020

Ups, Ada Insiden Bendera Jatuh Saat Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Sate

Baca Juga

Ini Penyebab Truk Tak Kuat Nanjak di Lingkar Gentong Hingga Tewaskan Keluarga asal Ciamis

ruber -- Hasil pemeriksaan olah TKP dan saksi, kecelakaan truk dan sejumlah kendaraan pribadi di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya disebabkan truk kelebihan beban sehingga...

Antisipasi Corona, Puluhan Personel Gabungan di Pangandaran Bersihkan Lingkungan Terminal

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak 80 orang personel gabungan di Pangandaran, Jawa Barat melaksanakan kegiatan operasi bersih-bersih, Sabtu (14/3/2020). Kegiatan...

Catat Tanggalnya! Buka Puasa “On The Street” Bakal Digelar Serentak di Kota-Kabupaten se-Jabar

ruber -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menggelar kegiatan Buka On The Street (Bubos) di halaman Gedung Sate dan separuh Jalan Diponegoro Kota Bandung,...

Beredar Kabar Objek Wisata Ditutup Kembali, Bupati Pangandaran: Tidak Benar

PANGANDARAN, ruber.id - Sebagian masyarakat diresahkan dengan beredarnya kabar objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ditutup kembali.

UPACARA di Gedung Sate. ils./ruang berita

Bandung, ruber —  Insiden terhempasnya bendera merah putih terjadi di sela Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (1/6/2019) pagi. Walaupun begitu, tahap demi tahap upacara tetap berlangsung dengan khidmat.

Peristiwa itu terjadi saat Paskibraka sudah menaikkan bendera merah putih pada ujung tiang bendera. Tiba-tiba bendera tersebut jatuh terhempas tepat di atas kepala ketiga pria Paskibraka.

Dengan sigap, ketiga orang petugas upacara tersebut mengambil bendera dan membentangkannya hingga upacara tuntas.

Agaknya, salah satu pengait bendera patah. Diduga, hal itulah yang membuat bendera terjatuh.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, insiden tersebut hanyalah masalah teknis. Ia meminta hal tersebut tidak dibesar-besarkan.

“Itu masalah teknis ya, tak perlu dibesar-besarkan. Saya juga dulu Paskibraka,” kata Emil kepada wartawan, seusai upacara, sebagaimana dilansir detik.com.

Emil menduga jatuhnya bendera itu karena pengait tidak terkunci ketika sudah berada di puncak tiang.

“Harusnya pengait itu masuk dan dikunci lagi. Tapi mungkin ada penyebab satu dan lain hal. Kelelahan, puasa, atau apalah. Tapi kita kan tetap ada SOP sampai upacara selesai, posisi bendera tetap berkibar,”

Hal tersebut, imbuh Emil, harus jadi bahan evaluasi agar tak terulang kembali di kemudian hari. red

 

 

SUMBER: detik.com

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Warga Darmaraja Meninggal Positif COVID-19, Total Kasus Kematian di Sumedang Jadi 5 Orang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Warga asal Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dipastikan positif COVID-19.

Jeruk Lemon Sumedang Bisa Dikembangkan Layaknya Agrowisata Malang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Jeruk Lemon yang ditanam di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dapat dikembangkan menjadi agrowisata layaknya di Malang,...

Mau Masuk Akmil TNI? Yuk Datang ke Kodim Sumedang, Gratis

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Bagi muda-mudi di Kabupaten Sumedang yang ingin menjadi calon prajurit TNI, mulai dari calon Tamtama (Catam), Caba (Calon...

Febri Diansyah Pamit dari KPK

BERITA NASIONAL, ruber.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah pamit dari lembaga rasuah tersebut.

Warga Purbaratu Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kamaludin, 40, warga Kampung Pasir Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di Sungai Citanduy, Jumat...