Tes Seleksi RSUD Pangandaran, Puluhan Peserta Dianggap Gugur

  • Bagikan
Img
DESIGN RSUD Pangandaran. ist/ruber.id
DESIGN RSUD Pangandaran. ist/ruber.id

Tes Seleksi RSUD Pangandaran, Puluhan Peserta Dianggap Gugur

PANGANDARAN, ruber.id — Puluhan peserta seleksi RSUD Pangandaran, Jawa Barat dianggap gugur.

Puluhan peserta itu dianggap gugur karena tidak hadir untuk mengikuti tes seleksi pada hari pertama.

Pelaksanaan tes sendiri dilaksanakan dua hari, yaitu Sabtu (12/10/2019) dan hari ini, Ahad (13/10/2019).

Dilansir dari laman pikiranrakyat.com, Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan SDM Kabupaten Pangandaran Tatang Mulyana menyebutkan, sebanyak 62 orang bakal calon peserta dari total 891 peserta, tidak hadir mengikuti tes pada hari pertama.

Alasannya, kata Tatang, mereka tidak mengambil kartu tanda peserta di RSUD Kabupaten Pangandaran.

“Karena tidak ikut tes, jadi yang 62 orang itu kami anggap gugur dan tidak dapat mengikuti tes susulan.”

Baca juga:  Dianggap Tidak Memenuhi Syarat, KPU Pangandaran Hapus 805 Calon Hak Pilih

“Tidak ada tes susulan, karena sebelumnya kami sudah mengumumkan (Untuk mengikuti tes hari pertama),” ucap Tatang, di laman pikiranrakyat.com.

Tatang menjelaskan, pertanyaan yang harus diisi di lembaran soal difokuskan pada pengetahuan dasar.

“Isi soalnya hanya pengetahuan dasar saja. Peserta diberi waktu dua jam untuk satu shif. Pelaksanaan seleksi kami lakukan dua shif dalam sehari,” ujar Tatang.

Tatang menyatakan, jumlah peserta tes pada hari kedua, akan diikuti oleh 764 orang peserta.

Tatang menambahkan, bakal calon peserta seleksi dari hasil penyaringan melalui seleksi administrasi sebelumnya sebanyak 1.655 orang.

Terdiri dari pendaftar asal Kabupaten Pangandaran maupun peserta yang datang dari luar Pangandaran.

Sementara itu, salah seorang orangtua peserta adal Pangandaran Iin berharap, Pemkab Pangandaran dapat lebih memberikan peluang besar kepada warga asal Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:  Duh, Bunker Peninggalan Jepang di Pangandaran Jadi Korban Vandalisme

Sehingga, putra putri asal Kabupaten Pangandaran tidak harus mencari pekerjaan ke luar daerah.

“Harapan kami, Pemkab Pangandaran memberikan kesempatan kepada putra putri asli Pangandaran untuk bekerja di rumah sakit yang tentunya nanti akan menjadi kebanggaan warga Kabupaten Pangandaran.

“Dan semoga anak saya diterima jadi pegawai di rumah sakit ini. Apalagi, saya ini kan asli orang Pangandaran,” kata Iin. red

  • Bagikan