Tantang Ratu Pantai Selatan, Wanita Ini Kenakan Baju Hijau

Tantang Ratu Pantai Selatan, Wanita Ini Kenakan Baju Hijau
Foto ilustrasi oleh Pok Rie dari Pexels

BERITA NASIONAL, ruber.idPantai Selatan Jawa, memiliki mitos yang sangat terkenal. Yakni adanya kerajaan milik Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.

Pantai selatan Jawa yang ngetop dengan mitos itu di antaranya adalah Pantai Parangtritis di daerah Yogyakarta.

Menurut legenda, Nyi Roro Kidul  yang merupakan penguasa Pantai Selatan sangat menyukai pakaian warna hijau.

Konon, jika ada orang yang memakai pakaian yang berwarna sama, nantinya akan menjadi budak Nyi Roro Kidul, dan dibawa ke kerajaan laut.

Larangan memakai baju berwarna hijau juga berlaku di sebagian besar Pantai Selatan Jawa.

Namun, seorang emak-emak, belakangan ini coba-coba mematahkan mitos tersebut.

Dengan berani, wanita setengah baya ini bereksperimen mengenakan baju hijau di Pantai Selatan Jawa.

Baca juga:  Liga Sepakbola Putri di Aceh Ditolak Ormas Islam

Aksinya pun, sempat membuat heboh media sosial dan viral.

Melalui akun Facebooknya Dede Kosasih, wanita ini mengunggah foto dirinya dalam balutan busana serba hijau di Pantai Selatan.

Tampak, foto perempuan berhijab ini sedang berpose di pantai.

Meski demikian, belum secara pasti, pantai mana yang menjadi lokasi berfotonya.

Namun dari keterangan captionnya, perempuan ini mengaku sedang ada di Pantai Selatan.

“Ga boleh pakai baju berwarna hijau di pantai selatan… Itu cuman Mitos,” demikian bunyi postingan akun Facebook Dede Kosasih.

Meski unggah pada bulan April 2019 lalu, namun unggahan ini masih viral dan masih terus warganet bagikan.

Foto ini, juga mengundang banyak reaksi dari netizen.

Baca juga:  Dua Kali Guguran Lava Meluncur dari Gunung Merapi, Status Masih Waspada

Selain itu, di laman media sosial Facebook juga muncul ajakan kepada ribuan orang. Untuk ramai-ramai datang ke Pantai Parangtritis dengan memakai baju hijau.

Acara berpakaian hijau itu kabarnya akan berlangsung pada 22 September 2019, jam 10.00 WIB.

Telah tercatat, 3.900 orang berencana hadir, dan 10.000 lainnya tertarik.

Kabarnya, hingga saat ini, acara tersebut tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Sumber: tribunnews