24.4 C
Indonesia
Selasa, September 21, 2021
spot_img

Soal Kabar Gempa dan Tsunami Dahsyat di Pantai Selatan Jawa, BMKG Imbau Warga Waspada

ruber — BMKG menjawab adanya kabar potensi gempa 8.8 Skala Richter (SR) dan tsunami dahsyat setinggai 20 meter di Pantai selatan Jawa.

Atas informasi yang beredar ini, BMKG meminta warga tetap waspada.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyatakan, gempa megathrust berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa.

Gempa yang berpotensi terjadi sebesar 8.5-8.8 SR ini diprediksi menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian 20 meter di sepanjang pantai tersebut.

Dampak gelombang gempa tsunami berpotensi mengenai selatan Jawa khususnya selatan DIY cukup panjang yaitu Cilacap hingga Jawa Timur.

Gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman sekitar tiga hingga empat kilometer.

BACA JUGA:  Semoga Aman, Gempa Susulan Terus Terjadi di Timur Laut Labuha Malut
BACA JUGA:  Ini Pengertian Soal Megathrust yang Benar

Gelombang tsunami diakibatkan oleh adanya segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa.

“Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda.”

“Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8.5 hingga 8.8,” terangnya di laman Tribunnews.com.

Terkait hal ini, Humas BMKG memberikan jawaban di akun twitternya, @infoHumasBMKG,  soal kabar tersebut, Jumat (19/7/2019).

BMKG memberikan tanggapan saat sejumlah warganet menanyakan soal kabar gempa 8,8 SR itu.

“Menurut BMKG, wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi baik berkekuatan besar maupun yang kecil.”

“Tetapi, gempabumi belum dapat diprediksi. Sementara, tsunami dapat diprediksi jika ada gempa yang berpotensi tsunami,” tulis BMKH di akun twitter @infoHumasBMKG.

BACA JUGA:  Gempa 5.2 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Sulawesi Barat
BACA JUGA:  Semoga Aman, Gempa Susulan Terus Terjadi di Timur Laut Labuha Malut

BMKG menambahkan, yang paling penting adalah kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.

“Yang terpenting adalah sikap kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempabumi,” tulis @infoHumasBMKG.

Menurut BMKG, saat ini memang ada potensi gelombang air laut di perairan selatan Jawa.

Namun, potensi gelombang itu bukan gelombang tsunami melainkan gelombang tinggi setinggi 4-6 meter.

“Menurut hasil pantauan BMKG, terdapat potensi gelombang setinggi 4-6 meter di perairan selatan P.Jawa hingga P.Sumbawa. Bukan gelombang tsunami ya.”

“Tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap gelombang tinggi tersebut,” cuit @infoHumasBMKG lagi. luvi

Sumber berita & foto: Tribunnews.com

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles