Soal Kabar Gempa dan Tsunami Dahsyat di Pantai Selatan Jawa, BMKG Imbau Warga Waspada

BMKG Gempa Dahsyat di Pantai Selatan Jawa
Foto @bmkg

BERITA NASIONAL, ruber.idBMKG menjawab adanya kabar potensi gempa 8.8 Skala Richter (SR), dan tsunami dahsyat setinggai 20 meter di Pantai Selatan Jawa.

Atas informasi yang beredar ini, BMKG meminta warga tetap waspada.

Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyatakan, gempa megathrust berpotensi terjadi di Selatan Pulau Jawa.

Gempa yang berpotensi terjadi sebesar 8.5-8.8 SR ini prediksi menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian 20 meter di sepanjang pantai tersebut.

Dampak gelombang gempa tsunami, berpotensi mengenai selatan Jawa.

Khususnya, selatan DIY cukup panjang yaitu Cilacap hingga Jawa Timur.

Gelombang tsunami tersebut, memiliki potensi ketinggian 20 meter.

Baca juga:  Sidang Sengketa Pilpres 2019, Ini Profil 9 Hakim Konstitusi

Dengan jarak rendaman, sekitar tiga hingga empat kilometer.

Gelombang tsunami ini terjadi, akibat adanya segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa.

“Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda.”

“Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8.5 hingga 8.8,” terangnya.

Tanggapan BMKG

Terkait hal ini, Humas BMKG memberikan jawaban di akun twitternya, @infoHumasBMKG,  soal kabar tersebut, Jumat (19/7/2019).

BMKG memberikan tanggapan, saat sejumlah warganet menanyakan soal kabar gempa 8,8 SR itu.

“Menurut BMKG, wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi. Baik berkekuatan besar maupun yang kecil.”

“Tetapi, gempabumi belum dapat terprediksi. Sementara, tsunami dapat diprediksi jika ada gempa yang berpotensi tsunami,” tulis BMKH di akun twitter @infoHumasBMKG.

Baca juga:  Jakarta Heboh Suara Dentuman Misterius, Ini Penjelasan BMKG

BMKG menambahkan, yang paling penting adalah kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.

“Yang terpenting adalah sikap kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempabumi,” tulis @infoHumasBMKG.

Menurut BMKG, saat ini memang ada potensi gelombang air laut di perairan selatan Jawa.

Namun, potensi gelombang itu bukan gelombang tsunami melainkan gelombang tinggi setinggi 4-6 meter.

“Menurut hasil pantauan BMKG, terdapat potensi gelombang setinggi 4-6 meter di perairan selatan P.Jawa hingga P.Sumbawa. Bukan gelombang tsunami ya.”

“Tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap gelombang tinggi tersebut,” cuit @infoHumasBMKG lagi.

Sumber berita & foto: Tribunnews