23.4 C
Indonesia
Sabtu, September 25, 2021
spot_img

Siap-siap! Akun WhatsApp Bakal Dihapus Jika Pengguna Tolak Aturan Baru

TEKNO & OTO, ruber.id – Seperti yang sudah diketahui bahwa WhatsApp mempunyai aturan privasi baru untuk semua penggunanya. Sebelumnya, aturan privasi baru itu berlaku awal Februari, namun karena suara penolakan yang meluas, aturan baru pun mulai berlaku pada 15 Mei.

Disebutkan sebelumnya bahwa pengguna yang menolak aturan tersebut bakal tidak bisa menggunakan aplikasi. Akan tetapi, WhatsApp mengubah ketentuan tersebut menjadi lebih lunak namun tetap menyulitkan.

Melansir dari detikcom, berdasarkan email yang dikirimkan oleh WhatsApp ke mitranya, TechCrunch, Senin (22/2/2021), melaporkan bahwa WhatsApp akan secara perlahan meminta user menerima aturan baru di tanggal 15 Mei agar bisa menggunakan fungsi WhatsApp secara penuh.

BACA JUGA:  Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Simpan Nomor, Begini Caranya
BACA JUGA:  Cara Hapus Data Whatsapp, Atasi Memori HP Penuh

Jika menolak aturan baru tersebut, untuk jangka pendek, para user akan bisa menerima panggilan dan notifikasi, tapi tidak akan bisa membaca atau mengirimkan pesan dari aplikasi.

Tim WhatsApp juga dalam konfirmasinya telah membenarkan rencana tersebut. Disebutkan bahwa fungsi menerima panggilan dan notifikasi pun akan dibatasi hanya selama beberapa minggu.

Dalam masa tenggang itu, WhatsApp akan menandai pengguna yang belum menyetujui aturan baru sebagai akun yang tidak aktif. Setelah 120 hari, akun yang tidak aktif otomatis akan dihapus.

Dengan demikian, pengguna tetap hanya memiliki dua opsi, yakni menerima aturan privasi baru atau pindah ke aplikasi lain. Sebenarnya, WhatsApp memberikan kelonggaran daripada sebelumnya, namun tetap saja jika menolak kebijakan baru itu, pengguna pada akhirnya tidak bisa lagi memakai aplikasi pesan instan ini.

BACA JUGA:  Cara Hapus Data Whatsapp, Atasi Memori HP Penuh
BACA JUGA:  Arti Jari Tangan Bentuk O, Pengguna Whatsapp Perlu Tahu

Hingga saat ini, WhatsApp sendiri terus berusaha keras agar aturan baru itu tersosialisasi dengan baik dan tidak disalahpahami oleh pengguna.

Terlebih tentang informasi bahwa aturan baru ini sama sekali tidak membuat pesan kurang aman karena komunikasi tetap disandi dan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerimanya.

Sravanthi Dev, WhatsApp APAC Communications Director mengatakan, pihaknya menyadari adanya miskomunikasi yang terjadi sehingga muncul interpretasi yang salah terkait isi kebijakan privasi baru.

Ia mengungkapkan bahwa cara mereka berkomunikasi di Januari yakni lewat status media sosial paling banyak penggunanya ini, membuat kebingungan dan orang-orang semakin menaruh perhatian.

“Itu alasannya kami selalu berusaha mengunggah informasi dengan cara berbeda, ada yang ingin kami beritahukan ke orang-orang dan memberi mereka lebih banyak waktu untuk mengetahui lebih dalam,” ujarnya. (CW-002)

BACA JUGA:  Arti Jari Tangan Bentuk O, Pengguna Whatsapp Perlu Tahu

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles