Friday, 3 Apr 2020

Sejarah 16 Agustus: Soekarno-Hatta Dibawa ke Rengasdengklok

Baca Juga

Timsus 1901 Sumedang Klaim Suara Jokowi-Amin Kian Dekati Target

SUMEDANG, ruber -- Jelang Pemilu 2019, Timsus 1901 Sumedang terus mengingatkan masyarakat Sumedang agar memilih capres/cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Berbagai cara pun dilakukan untuk menarik...

3 Bulan Menanti Pergantian, Hp Program Sapa Warga di Desa Pangandaran Ini Tak Kunjung Tiba

PANGANDARAN, ruber.id -- Beberapa handphone program Sapa Warga untuk ketua Rukun Warga di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, rusak.

Kampus Politeknik KP Pangandaran Sudah Bisa Dipakai KBM, Taruna/taruni Tak Lagi Harus ke Karawang

PANGANDARAN, ruber -- Gedung Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Pangandaran sudah rampung. BACA JUGA: Jadi Sekolah Rujukan, SMPN 1 Singaparna Genjot Mutu Pendidikan Kampus...

Korban Penipuan WO di Depok Terus Bertambah, Ini Modus dan Total Kerugiannya

DEPOK, ruber.id - Korban penipuan Weeding Organizer Pandamanda di Depok, Jawa Barat terus bertambah. Korban calon pengantin ini terus...

KOPI PAGI, ruber.id — Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat membuat posisi Jepang terpojok.

Dilansir dari laman Kompas.com, pada 14 Agustus 1945, Jepang mengirimkan surat ke kedutaannya di Swiss dan Swedia menyatakan menyerah pada Sekutu.

Kekalahan Jepang dari Sekutu ini membuat golongan muda Indonesia mendorong Soekarno dan Hatta untuk mempersiapkan kemerdekaan RI.

Upaya itu dilakukan dengan menculik kedua tokoh itu dan membawanya ke Rengasdengklok, Kawarang.

Tujuannya, mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

“Penculikan” Soekarno-Hatta
Pada 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita kekalahan Jepang dari sekutu dari pemberitaan sebuah radio luar negeri.

Saat itu, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah yang tak mau bekerja sama dengan Jepang.

Yang terlibat dalam gerakan ini adalah kader-kader PNI baru yang tetap meneruskan pergerakan serta kader muda yaitu mahasiswa.

Setelah mendengar berita tersebut, Syahrir menghubungi rekan seperjuangannya untuk meneruskan berita tersebut kepada golongan pemuda yang pro terhadap kemerdekaan untuk segera bertindak.

Pada 15 agustus 1945, golongan muda melakukan rapat di Ruang Laboratorium Mikrologi di Pegangsaan Timur membicarakan pelaksanaan proklamasi tanpa menunggu pihak Jepang.

Para pemuda ini beranggapan, Jepang hanya menjaga situasi dan kondisi Indonesia karena mereka telah menyerah kepada Sekutu.

 

Baca Juga :

Puti Soekarno Putri: Budaya Memperkokoh Bhineka Tunggal Ika

Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI di Gunung Singkup Pangandaran

 

Keputusan dari pertemuan di Pegangsaan yaitu mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan paling lambat 16 Agustus 1945.

Setelah selesai bermusyawarah, golongan muda yang diwakili oleh Darwis dan Wikana menghadap Soekarno dan Hatta dan menyampaikan isi keputusan tersebut.

Namun, keduanya menolak desakan itu. Soekarno dan Hatta mengatakan, memproklamirkan kemerdekaan tak bisa dilakukan secara gegabah.

Harus menunggu Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI) yang telah terbentuk.

Mengingat tak ada titik temu, golongan pemuda mengadakan rapat lanjutan pada hari itu juga di Asrama Baperpi (Kebun Binatang Cikini).

Hasilnya, golongan pemuda sepakat untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta agar tak mendapat pengaruh Jepang.

Pada 16 Agustus 1945 jam 03.00 WIB, golongan muda yang terdiri dari Soekarni, Wikana, Aidit, Chaerul Saleh, dan lainnya melakukan misinya untuk membawa Soekarno-Hatta ke luar kota agar tak mendapat pengaruh Jepang.

Sudanco Singgih terpilih menjadi pimpinan penculikan tersebut.

Akhirnya, Rengasdengklok, Karawang menjadi tujuan utama golongan muda bersama Soekarno-Hatta.

Akhirnya Soekarno dan Hatta singgah di sebuah rumah milik Djiauw Kie Siong, seorang petani keturunan Tionghoa. Dipilihnya rumah Djiaw karena tertutup rimbunan pohon dan tak mencolok.

Klik di sini untuk membaca cerita selengkapnya. luvi

Sumber berita & foto: Kompas.com, ils/net. Foto di atas dapat dilihat di Official Instagram ruber.id.

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Tertimbun Longsor di Purwakarta Ditemukan Tewas

PURWAKARTA, ruber.id - Warga tertimbun longsoran jembatan di Purwakarta, Jawa Barat ditemukan tewas, Jumat (3/4/2020) sore Menurut informasi terbaru,...

Menaker Minta Pengusaha Bayar THR Lebaran Tepat Waktu, Telat? Ini Dendanya

NASIONAL, ruber.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta pengusaha di Indonesia tepat waktu membayar THR Lebaran. Jika terlambat, Menaker...

Alfamart di Ciamis Dijarah, Bawa Kabur Uang Rp20 Juta, Pelaku Lari ke Arah Banjar

CIAMIS, ruber.id - Sekolompok orang tak dikenal beraksi di Alfamart Nagrak, di Jalan Jenderal Sudirman 246. Tepatnya di wilayah...

Jembatan Longsor di Purwakarta, 6 Warga Terimbun

PURWAKARTA, ruber.id - Bencana longsor menerjang Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020) sore sekitar jam 15.00 WIB.

Tangani COVID-19, DPRD Pangandaran Geser Rp2.2 Miliar Anggaran Reses dan Bimtek

PANGANDARAN, ruber.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sepakat menggeser anggaran dua kegiatan untuk penanggulangan virus Corona (COVID-19).