Rusia Tawarkan Gencatan Senjata

Rusia Tawarkan Gencatan Senjata
Foto by Pexels.

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Pemerintah Rusia memberikan penawaran gencatan senjata pada hari ini, Selasa (8/3/2022).

Menurut laporan sebuah media Rusia yang dikutip dari rilis Markas Besar Koordinasi Rusia untuk Respons Kemanusiaan di Ukraina. Pihak Moskow membuka kesempatan evakuasi untuk beberapa kota yakni Kyiv, Chrnihiv, Sumy, Kharkiv, dan Mariupol.

“Rusia mengumumkan gencatan senjata, mulai pukul 10 pagi waktu Moskow pada 8 Maret. Dan menyiapkan langkah kemanusiaan untuk Kyiv serta permukiman yang berdekatan dengan Federasi Rusia lewat wilayah Republik Belarus hingga Gomel,” tulis media Rusia tersebut seperti dilansir dari CNN Internasional.

Tunggu Respons Ukraina

Meski demikian, pihak Ukraina belum memberikan persetujuannya atas tawaran Rusia ini.

Baca juga:  Amankan Tiket Semi Final EURO 2020, Inggris Tampil Sadis

Rusia menyebutkan, evakuasi juga akan dibuka untuk Chernihiv lewat wilayah Belarus.

Untuk Sumy melalui Poltava, dari Karkiv ke Rusia atau ke Lviv, Uzhgorod, Ivano-Frankivsk, juga dari Mariupol ke wilayah Rusia atau Zaporizhie.

Pada Senin kemarin, Rusia juga menawarkan evakuasi namun ditolak oleh Kyiv dengan alasan rutenya mengarah ke Rusia dan Belarusia.

Padahal, tawaran ini memungkinkan warga sipil untuk melarikan diri dan tak terlibat dengan perang Moskow-Kyiv.

“Warga sipil kami tidak akan pergi ke Belarus lalu naik pesawat ke Rusia,” tegas Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk.

Setelah melewati dua kali perundingan gagal, pihak Ukraina mengatakan akan menggelar pembicaraan ketiga dengan Rusia.

Baca juga:  Elon Musk Tantang Putin Duel Satu Lawan Satu, Respons Pengikutnya di Twitter Mengejutkan

Salah satu mediator Ukraina, David Arakhamia mengatakan, kedua negara harus mencari titik temu untuk mengakhiri konflik tersebut.

“Perundingan ketiga akan dijadwalkan Senin, pekan depan,” tulis David di status Facebooknya.

David sendiri merupakan pimpinan parlemen dari partai Presiden Volodymyr Zelensky yang akan menjadi utusan di perundingan ketiga ini.

Catatan PBB

Sejak invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencatat setidaknya 364 warga sipil telah tewas dan 759 orang luka parah.

PBB meyakini korban berjatuhan lebih banyak lagi dari angka yang diterima saat ini.

Lebih lanjut PBB mengatakan, sekitar 2000 orang warga sipil telah dievakuasi dari Kota Irpin, Ukraina.

Baca juga:  Lagi Tren Nih, Sikat Toilet Berwujud Donald Trump

PBB tidak menjelaskan waktu evakuasinya mengingat Rusia telah melanggar gencatan senjata di hari kedua, dengan melepaskan tembakan di Mariupol untuk menghentikan evakuasi warga sipil ke pelabuhan.

Penulis: Ardini Maharani DS/Editor: Bam