17.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Ridwan Kamil Usul KPPI Jabar Dirikan Sekolah Politik Perempuan

BERITA BANDUNG, ruber.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Jawa Barat, untuk mendirikan sekolah politik perempuan. Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan untuk terjun ke dunia politik.

“Saya usulkan KPPI untuk membuat sekolah politik perempuan. Ini nonformal,” kata Ridwan Kamil, usai menghadiri pengukuhan pengurus DPD KPPI Jabar masa bakti 2020-2025 di Gedung Sate, Rabu (17/03/2021).

Kang Emil mengatakan, pengurus DPD KPPI Jawa Barat menyambut baik usulan tersebut. Bahkan, siap berkolaborasi dalam pendirian sekolah politik perempuan.

“KPPI Jabar menyambut baik. Karena, mungkin baru pertama di Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA:  Tangki Bahan Bakar Bocor, Mobil VW Combi Ludes Terbakar di Kota Bandung

Kang Emil menyebutkan, saat ini, banyak perempuan yang ragu untuk terjun ke dunia politik. Salah satu penyebabnya, keraguan berkaitan dengan pengetahuan soal dunia politik.

BACA JUGA:  Banjir Terjang 3 Kecamatan di Kabupaten Bogor

“Hasil kajian ternyata banyak perempuan yang ingin masuk ke politik. Tapi bingung karena tidak memiliki ilmunya,” ujarnya.

Kang Emil berharap dengan adanya sekolah politik perempuan, tingkat partisipasi perempuan di dunia politik terus meningkat, khususnya di Jawa Barat

“Semoga dengan adanya sekolah itu tingkat partisipasi naik. Sehingga, suatu hari kesetaraan gender ini bukan lagi jadi masalah. Keterwakilan perempuan di DPRD Jabar saat ini baru mendekati 20%,” kata Kang Emil.

KPPI Jabar Organisasi Independen

Sementaa, Ketua DPD KPPI Jawa Barat Ratna Ningsih menuturkan, Kaukus Perempuan Politik Indonesia adalah organisasi independen yang pendiriannya berdasarkan rekomendasi. Dari ketua partai politik dan pengurus serta anggotanya terdaftar di berbagai partai politik.

BACA JUGA:  NTP Jawa Barat Alami Penurunan
BACA JUGA:  Banjir Terjang 3 Kecamatan di Kabupaten Bogor

“Kami ingin sepadan untuk mengisi kursi legislatif 30%, yang saat ini baru 20%. Sehingga dapat dihargai, inilah kenapa KPPI hadir,” tuturnya.

Ratna menegaskan, pihaknya ingin berkontribusi mewujudkan Jabar Juara Lahir dan Batin. Selain itu, siap berjuang untuk memberdayakan perempuan. Menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan, dan mencegah perkawinan dini.

“Ini amanat gubernur yang akan kita jalankan. Kita akan langsung bekerja membuat program dan berkolaborasi dengan Ibu Atalia (Ketua TP PKK Jabar). Dalam mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin,” ucap Ratna. (R003)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles