27.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 19, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Refleksi Setahun Sumedang Simpati, Apa Saja Capaiannya?

BUPATI dan wakil bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir-H Erwan Setiawan tunjukkan sejumlah penghargaan yang diraih selama memimpin Sumedang satu tahun ini, Jumat (20/9/2019). agoeng/ruber.id

SUMEDANG, ruber.id — Hari ini, Jumat (20/9/2019), genap satu tahun pasangan bupati/wakil bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan memimpin Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Mengusung visi, misi Sumedang Simpati (Sejahtera, Maju, Profesional, Agamais, Kreatif), Bupati Dony diklaim sukses membangun Kota Tahu.

BACA JUGA: Bupati: IWO Sejalan dengan Visi Sumedang Simpati

Berbagai program telah digulirkan oleh pemerintahan Dony-Erwan dalam setahun perjalanan Sumedang Simpati ini.

Mulai dari layanan pembuatan akta, KTP dan KK hanya dengan sekali daftar, 3 sampai 5 hari akan dikirim PT Pos ke rumah warga secara gratis, layanan 119, hingga penataan kawasan Alun-alun Kabupaten Sumedang.

Program Sumedang Simpati juga menginisiasi adanya layanan SSQR (Sumedang Simpati Quick Respons). Di mana, dapat membantu masyarkat dalam segi kebencanaan, kedaruratan dan kesehatan.

Ada pula, Mall Pelayanan Publik, one stop service, pertama di Jawa Barat. Di mana di MPP ini terdapat 351 jenis pelayanan cepat, ringkas, berkualitas dan bebas dari KKN.

BACA JUGA:  Rotasi Mutasi 499 Pejabat, Bupati Sumedang: Saya Bertekad Tidak Ada Pejabat yang Terlibat Kasus Hukum

Adanya MPP ini diklaim dapat membantu masyarakat terutama dalam pelayanan perizinan dan lainnya termasuk terkait investasi.

Terlepas dari berbagai program yang digulirkan itu, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, terus berupaya memupuk keteladanan di lingkungan Pemkab Sumedang yang dipimpinnya.

“Berkaitan dengan identitas, khususnya saya bupati, wakil bupati dan pak sekda harus memberikan teladan.”

“Karena, dengan keteladanan sikap yang jujur, sederhana, tidak korupsi, tidak jual beli jabatan, tidak main proyek dan sebagainya akan mendapatkan kepercayaan,” ucapnya saat kopi morning refleksi 1 tahun Sumedang Simpati di Gedung Negara, Jumat (20/9/2019) pagi.

Bupati juga mengucap syukur karena selama satu tahun menjalankan roda pemerintahan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami bersyukur karena telah menginjak satu tahun masa perjalanan pemerintahan. Apa yang telah kami capai harus kami tingkatkan.”

“Sedangkan apa yang belum kami capai akan terus kami perjuangkan. Dan apa yang menjadi kekurangan akan kami perbaiki,” ujarnya.

Selain itu, bupati mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh awak media yang telah memberitakan program-program Sumedang Simpati kepada masyarakat.

“Unsur media merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Sumedang,” tuturnya.

BACA JUGA:  Hari Statistik Nasional, BPS Sumedang Sosialisasikan Sensus Penduduk 2020

Bupati mengatakan, evaluasi dan instrospeksi merupakan inti dari refleksi perjalanan satu tahun dirinya dan wakil bupati memimpin Sumedang.

“Testimoni, kritikan dan saran senantiasa menjadi bahan kami mengambil kebijakan dalam rangka mewujudkan Sumedang Simpati,” sebutnya.

Bupati menyebutkan program unggulan Sumedang Simpati seperti Sumedang Agamais yang digelorakan di seluruh desa, kecamatan dan semua stakeholder melalui Magrib Mengaji dan Suhuh Berjamaah serta program-program lainnl.

“Masih dalam Sumedang Agamais, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang kami mencanangkan gerakan Generasi Cerdas Eksotik (Ekspresif, Saleh, beretika).

“Yang mana isinya, siswa beragama Islam, sebelum masuk sekolah harus mempunyai wudhu, one day one sheet (Mengaji 1 hari 1 halaman), bertutur kata sopan dan bersikap santun.”

“Semoga ini semua akan menjadi kebiasaan di setiap sekolah, selain wajib belajar diniyah 4 tahun” ucapnya.

Selain itu, Bupati menjelaskan program reformasi birokrasi sebagai upaya terobosan di Kabupaten Sumedang.

Salah satunya adalah Mall Pelayanan Publik (MPP) yang di dalamnya ada 361 jenis layanan.

“Kami juga telah mewujudkan zona integritas di 12 OPD menuju WBK dan WBBM sebagai bagian dari reformasi birokrasi.”

BACA JUGA:  Hindari Calo, Protokol Lapak Asik BPJamsostek Permudah Klaim JHT

“Tahun depan kami akan membuat seluruh OPD yang lain mengikuti ZI WBK WBBM ini,” katanya.

Bupati menambahkan, capaian SAKIP juga mengalami peningkatan yang tadinya mendapat nilai C menjadi B sebagai bentuk akuntabilitas Pemkab Sumedang.

“Kami juga sedang melakukan transformasi birokrasi dari budaya manual ke budaya digital.”

“Di mana, sedang dirintis Sumedang Digital Region mulai dari e-government, e-budgeting, e-office.”

“Semuanya dalam rangka mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, kata bupati, pada bidang ekonomi kreatif yakni program one village one product yang sering kali menjadi catatan adalah akses modal dan pasar.

“Untuk modal sudah banyak sekali skemanya. Sedangkan untuk pemasaran, kami sudah tekankan kepada Disnakertrans dalam tiap pelatihan bersama gerakkan wirausaha muda untuk diberikan materi berupa sistem digital marketing,” terangnya.

Bentuk usaha lainnya, kata bupati, adalah dengan memanfaatkan e-commerce dan on line shop.

“Kami sudah bekerja sama dengan Bukalapak yang akan memberikan sebuah laman khusus berupa market place bagi para pelaku UKM hasil dari One Village One Product untuk pemasarannya,” tuturnya.

Bagi para UKM sendiri, lanjut Dony, di internet tidak mungkin bisa menyaingi Bukalapak atau Tokopedia.

“Jadi kalau belum bisa bersaing, caranya harus kolaborasi,” katanya. agoeng

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles