Tonton video liputannya, klik foto/gambar di atas.

Festival Kopi Sumedang #2 Bawa Kopi Sumedang Mendunia

SUMEDANG, ruber.id — Festival Kopi Sumedang #2 2019 sukses membuka pasar kopi Sumedang mendunia.

Dari event tahunan ini, selain membuka pasar ekspor ke luar negeri, selama tiga hari penyelenggaraan juga terjual sebanyak 152 Kg.

BACA JUGA: Festival Kopi Sumedang #2 Akan Digelar 7 Oktober

Ketua Panitia Festival Kopi Sumedang #2 Rauf Nuryama mengatakan, tujuan utama diselenggarakannya festival ini untuk menciptakan demand atau pasar kopi.

“Alhamdulillah, melalui festival ini, terjalin kesepakatan dengan eksportir untuk mengirim 20 ton kopi/bula ke Korea dan sejumlah negara lainny,” ucap Rauf kepada ruber.id saat penutupan Festival Kopi Sumedang 2019 di Wisma Gending, Rabu (9/10/2019) sore.

Selain itu, kata Rauf, FKS #2 juga menampung permintaan dari sejumlah OPD di Sumedang sebanyak 100 Kg kopi/bulan.

“Dengan PHRI juga terjalin kerjasama. Nantinya, pihak hotel dan tempat wisata di Kabupaten Sumedang bersedia menjual kopi Sumedang di cafe dan hotelnya,” tuturnya.

Kemudian, kata Rauf, terkait pengembangan produksi kopi, Perum Perhutani juga memberikan 1.200 hektare lahan tambahan untuk bisa ditanami pohon kopi.

Di mana saat ini, kata Rauf, Sumedang telah memiliki 3.142 Ha lahan kopi yang tersebar di sejumlah wilayah pegunungan di Sumedang.

“Melalui festival ini juga terjalin kerjasama dengan Bank Indonesia dan BJB berupa pembinaan terhadap kelompok tani dan pemberian kredit untuk modal usaha untuk petani kopi,” ucapnya.

Rauf menyebutkan, dari sisi penyelenggaraan, festival kopi tahun ini menjadi sejarah dan berbeda dengan festival lainnya.

Di mana, semua kegiatannya terarah kepada sarana pameran kopi asli Sumedang yang diikuti oleh 102 kelompok tani, 41 stan kopi, dan lebih dari 24 tim seduh dari Sumedang.

“Selama berlangsungnya festival, kami telah membagiakan 15.000 cangkir kopi gratis dan telah menjual ratusan kilogram kopi serta telah bekerja sama dengan berbagai pembisnis buyer dan suplayer, ini merupan sebuah kebanggan bagi Sumedang,” ujarnya. agoeng

Baca berita lainnya: Festival Kopi Sumedang #2: Bukan Kaleng-kaleng, Apalagi Kopi Cleng