CITIZENJOURNALISM, ruber.id — Paskapenggerebekkan pasangan mesum oleh Satpol PP Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu, kemarin warga Kota Tahu dikagetkan dengan beredarnya video syur di media sosial. Di mana diduga, pelakunya merupakan warga Kabupaten Sumedang.

Hal ini tentunya sangat memerihatikan, sebab di saat Sumedang sedang berbenah dalam berbagai bidang, termasuk perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan moral dan ahlak warganya.

Visi Sumedang Simpati, di mana di dalammya terdapat upaya Pemkab Sumedang yang ingin mewujudkan masyarakat yang agamais, tampaknya masih memerlukan energi yang sangat besar.

Bupati beserta jajarannya, tentunya memerlukan kerja ekstra keras untuk mewujudkannya.

Memang, sudah ada upaya-upaya yang dilakukan pemerintah melalui berbagai program seperti gerakkan salat subuh berjamaah, program magrib mengaji, dan beberapa program lainnya.

Saya, cukup mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemkab Sumedang. Namun, di sisi lain, saya masih melihat program-program tersebut masih terkesan seremonial belaka.

Dan sejauh ini, hanya diikuti sebagian kecil masyarakat yang memang sudah memiliki kebiasaan baik seperti itu.

Juga oleh segelintir pejabat dan aparatur Pemkab Sumedang yang memiliki komitmen yang kuat atau aparatur yang hanya asal gugur kewajiban saja memdampingi kepala daerah agar tidak mendapat teguran atau punishment dari pimpinan.

Viralnya video syur warga Sumedang di media sosial yang membuat geger sebagian masyarakat ini, bagi saya tidak terlalu mengagetkan.

Bahkan sebelumnya pun, jagat dunia maya dihebohkan dengan viralnya video syur warga asal Kabuparwn Garut.

Sebagaimana yang sudah pernah saya sampaikan bahwa sesungguhnya hal ini merupakan fenomena gunung es. Di mana, kondisi yang sesungguhnya jauh lebih banyak dan lebih parah dari yang tampak di permukaan.

Hal ini terjadi salah satu faktornya akibat kemajuan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat.

Apabila masyarakat tidak bisa menggunakannya dengan bijak, maka akan menimbulkan dampak negatif yang luas. Selain itu, tentunya, moralitas masyarakat yang masih rendah.

Memang hal ini bukan menjadi tanggungjawab Pemkab Sumedang sepenuhnya. Akan tetapi, ini menjadi tanggungjawab semua stakeholder yang ada di Kabupaten Sumedang.

Saya sangat mengapresiasi kinerja aparat kepolisian, dalam hal ini jajaran Polres Sumedang yang dengan cepat menindaklanjuti kasus ini.

 

Baca Juga :

Isi Ceramah di Jatinangor, Uas Puji Program Bupati Sumedang

Air Sumur Tercemar, Warga Rancaekek Bandung Gusar

 

Namun, kasus ini harus menjadi bahan instrospeksi bagi semua pemangku kebijakan untuk mengoptimalkan peran dan fungsinya masing-masing.

Para alim ulama, ustaz, dan tokoh masyarakat Sumedang untuk terus mengoptimalkan perannya dalam membina dan membimbing masyarakat.

Begitu pula, para orang tua dan guru dalam mendidik dan mengawasi anak-anak dan peserta didiknya.

Yang tidak kalah penting adalah Pemkab Sumedang, dalam hal ini bupati dan DPRD dalam membuat regulasi atau peraturan daerah yang mendukung terwujudnya Sumedang Simpati. Di mana di antaranya mewujudkan masyarakat yang agamais.

Memang, saat ini di Kabupaten Sumedang sudah memiliki Peraturan daerah atau Perda tentang penyelenggaraan pendidikan.

Namun, Perda ini tidak memadai, di samping implementasinya yang lemah, peraturan pelaksanannya berupa Perbup juga belum rinci.

Saya mengusulkan kepada bupati dan DPRD untuk membuat regulasi yang lebih spesifik guna menanggulangi atau setidaknya mengurangi dan meminimalisasi kasus-kasus seperti video syur ini.

Misalnya, melalui Perda tentang ketahanan keluarga, juga Perda tentang pelarangan siswa membawa handphone ke sekolah.

Karena sebagaimana diketahui bersama bahwa kasus video syur pun banyak yang melibatkan pelajar. Baik penyebarannya, bahkan prakteknya yang terjadi di lingkungan sekolah.

Namun demikian, sebaik apapun aturan yang dibuat, akan kembali kepada masyarakat Sumedang.

Apakah mempunyai keinginan dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan masyarakat yang agamais untuk menuju visi Sumedang Simpati. (*)

*) Penulis adalah Drg. H Rahmat Juliadi, M. Hkes. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Sumedang.

CITIZEN JOURNALISM merupakan kanal Opini media siber ruber.id. Segala isi opini yang terdapat di kanal ini di luar tanggungjawab redaksi ruber.id.