PANGANDARAN, ruber — Angka Kematian Bayi (AKB) selama tahun 2019 di Kabupaten Pangandaran tercatat 16 kasus.

Staf Kesehatan Keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Eem Suhaeni mengatakan, kasus AKB yang terjadi di Kabupaten Pangandaran rata-rata terjadi pada bayi usia 0 hingga 11 bulan.

“Penyakit yang terjadi pada kasus bayi yang meninggal di antaranya karena Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), penumonia, aspiksi, DBD, diare dan cacat bawaan,” katanya, Selasa (13/8/2019).

Eem menambahkan, 16 kasus AKB tahun 2019 tersebar di Kecamatan Parigi 2 kasus, Kecamatan Cijulang 2 kasus, Kecamatan Cimerak 2 kasus.

Lalu di Kecamatan Cigugur 3 kasus, Kecamatan Langkaplancar 2 kasus, Kecamatan Pangandaran 2 kasus, Kecamatan Kalipucang 2 kasus, Kecamatan Sidamulih 1 kasus.

“Selain kasus AKB juga terjadi kasus Angka Kematian Ibu (AKI) namun hanya satu kasus yang terjadi di Desa/Kecamatan Sidamulih,” ucapnya.

Eem menuturkan, jika dibandingkan pada tahun 2018, kasus AKB dan kasus AKI relatif menurun.

“AKB pada tahun 2018 tercatat 33 kasus sedangkan AKI tercatat 3 kasus yang tersebar di Kecamatan Pangandaran, Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Parigi,” jelasnya.

Eem memaparkan, kasus AKI yang terjadi diakibatkan pendarahan dan kondisi fisik yang tidak stabil.

“Untuk antisipasi jika ada kejadian pendarahan, maka langsung harus dibawa ke tenaga medis,” sebutnya.

Eem menyarankan, untuk mengantisipasi kasus AKB dan AKI masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan kehamilan rutin.

“Agar proses persalinan berjalan lancar dan normal maka persalinan harus dilakukan di medis,” terangnya. smf

loading…