FRDB foto bersama usai pemasangan baliho selamat datang kepada KPK di Kota Banjar, Kamis (8/8/2019). agus/ruang berita

KOTA BANJAR, ruber — Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB) memasang baliho bertuliskan selamat datang dan selamat bekerja kepada KPK di Kota Banjar.

Baliho berukuran sekitar 2.5×3.5 meter itu dipasang di 10 titik di Kota Banjar.

“Yang dipasang baru sepuluh titik,” kata Presidium FRDB Ujang Solihin kepada ruber, Kamis (8/8/2019).

Ujang menyebutkan, pemasangan baliho-baliho ini merupakan salah satu dorongan dari FRDB terhadap KPK dalam pengusutan kasus dugaan korupsi di Kota Banjar.

Ujang mengatakan, FRDB siap membantu kerja KPK bilamana memerlukan data.

“Kami siap bekerja sama dengan KPK. Jika ada data yang diperlukan kami siap membantu,” akunya.

Ujang yang merupakan salah satu eks Forum Peningkatan Status Kota Banjar (FPSKB) ini mengaku, tujuan ditingkatkannya status Banjar ini tidak lain untuk meningkatkan pelayanan dan menyejahterakan masyarakat.

Akan tetapi, kata dia, dalam perjalanannya terindikasi ada intervensi-intervensi. Baik pada kepala dinas maupun tata kelola pemerintahan.

“Tujuan kami dulu untuk menyejahterakan masyarakat Banjar,” ucapnya.

Ujang mencontohkan, salah satu bukti adanya indikasi intervensi terhadap pemerintahan yaitu meruginya 2 BUMD, yaitu PDAM Tirta Anom dan Banjar Waterpar (BWP).

Pasalnya, sejak Kota Banjar berpisah dari Ciamis, PDAM sampai sekarang tidak pernah untung.

Begitu pula dengan kondisi BWP. Di mana sejak dibangun tidak pernah menghasilkan keuntungan.

“Kalau sekarang tidak dihentikan intervensi tersebut bagimana nanti pembangunan pemerintahan ke depan,” katanya.

Ujang berharap, kepada calon pimpinan KPK yang baru nanti jika sebenarnya ada dugaan korupsi yang terjadi di Banjar harus segera dituntaskan supaya ada kejelasan.

“Jika ada harus dituntaskan supaya tidak ada keraguan dari masyarakat terhadap KPK,” ujarnya. agus purwadi

loading…