UPACARA Peringatan Hari Jadi ke-378 Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (26/7/2019)

TASIKMALAYA, ruber — Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto bertindak selaku inspektur upacara dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-387 Kabupaten Tasikmalaya, Jum’at (26/7/2019) bertempat di halaman Kantor Setda Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, H Ade Sugianto mengajak masyarakat agar meresapi nilai nilai adiluhung para leluhur untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Hendaklah peringatan Hari Jadi yang kita selenggarakan hari ini, jangan sebatas upacara seremonial semata, yang ditandai dengan berbagai kegiatan dan kegembiraan,” katanya.

“Tapi yang lebih penting lagi adalah kita merenungkan, menghayati, memetik pelajaran dan memaknai substansi hari jadi ini, agar nilai nilai adi luhung peradaban jaman dulu tidak begitu saja kita abaikan,” ajaknya.

Lanjut Ade, alangkah baiknya kalau pada saat ini, kita menghormati dan menghargai jasa leluhur kita yang telah mewariskan berbagai kearifan dalam mengarungi kehidupan, ucapnya.

Ia berharap, berbagai sikap positif leluhur Kabupaten Tasikmalaya dijadikan refleksi bagi aparat dalam melayani masyarakat.

“Semangat pengabdian untuk rakyat, ketulusan berkorban demi kemaslahatan umat, keikhlasan berjuang dalam berbagai keterbatasan, kesiapan memberi tanpa harapan balas jasa, adalah sikap terpuji para leluhur kita yang tampaknya kita harus berguru pada mereka,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tasikmalaya menyampaikan empat pesan penting bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pertama, tancapkan niat yang ikhlas dalam diri kita, ketika kita melayani dan mengayomi masyarakat, sikap itu telah diperlihatkan oleh para leluhur kita dulu yang kini tercatat dalam berbagai tulisan sejarah.

Kedua, sauyunan sabilulungan, salengkah sapileumpangan, saimpian sapangharepan, ka cai jadi salewi, kadarat jadi salebak adalah ciri khas sikap leluhur kita dulu. Belajarlah pada semut yang selalu berjalan seiringan.

Ketiga, jangan pernah mengeluh dalam bekerja, sebab keluhan tak kan pernah menyelesaikan permasalahan. Kita renungkan ungkapan bijak orang tua kita dulu,tidak pernah ada medan perjuangan yang ditaburi bunga.

Terakhir, ucapnya, pelajarilah sikap mulia dan kepribadian leluhur kita dulu, lalu renungkan dan jadikan inspirasi untuk pengabdian kita saat ini, dengan cara itu, peringatan hari jadi ini, Insya Allah akan jadi lebih bermakna, pesannya. Herman