OLEH: Anita Nurhayati

SEKALI lagi aku mengembuskan napasku perlahan menikmati sentuhan lembut angin petang yang sedari tadi menyapaku.

Aku kembali menarik napas merasakan udara yang perlahan masuk melalui hidung kemudian memasuki paru-paru.

Aroma tanah khas setelah hujan pertama pekat memenuhi rongga penciumanku dan aku nikmati itu.

Aku merasakan sesuatu dari sudut mataku perlahan turun membasahi pipi kemudian bermuara di dagu.

Aku mengembuskan napas kasar melalui mulut kemudian membuka mataku.

Aku melihat dari lantai tiga seluruh kampusku, kukemudikan pandanganku tanpa bergerak sedikit pun.

Tanganku saling bersilangan di atas balkon yang tingginya tidak melebihi dadaku.

Baca cerita selengkapnya, klik: zonamuda.ruber.id. (*)

loading…