PANGANDARAN, ruber — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran memastikan bahwa kawasan wisata steril dari Alat Peraga Kampanye (APK) calon Capres/Cawapres, maupun calon anggota legislatif.

Divisi Hukum Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan, kawasan wisata mutlak harus bersih dari APK, terutama di dekat pantai.

Terkecuali, kata Muhtadin, ada tempat yang ditunjuk untuk penempatan APK dan lokasinya berada di kawasan wisata.

"Untuk penetapan lokasi pemasangan APK sendiri sudah diatur dalam Keputusan KPU Kabupaten Pangandaran tentang penetapan lokasi pemasangan APK dalam penyelenggaraan Pemilu 2019," ujarnya kepada ruber, Senin (5/11/2018).

Muhtadin menuturkan, keputusan itu sudah ditetapkan pada 22 September 2018, dan tertuang di dalamnya lokasi untuk pemasangan APK di tingkat kabupaten, wilayah kecamatan hingga di desa.

"Tempat pemasangan APK yang disepakati di antaranya Lapangan Wonoharjo Pangandaran; Lapangan Surawangasa Padaherang; Pertigaan Bojongsalawe Parigi; Pertigaan Pangleseran Cigugur; dan Pertigaan Mesjid Besar Cimerak," tuturnya.

Kemudian, kata Muhtadin, untuk tingkat kecamatan dan desa juga sudah ditetapkan. Itu berdasarkan musyawarah antara Pemda Pangandaran, peserta pemilu dan penyelenggara pemilu.

Muhtadin menyebutkan, ukuran APK juga sudah diatur dalam PKPU RI tentang petunjuk teknis fasilitas metode kampanye dalam Pemilu 2019. 

"Untuk ukuran baliho paling besar 4×7 meter, sementara untuk spanduk 1.5×7 meter," sebutnya.

Muhtadin menambahkan, untuk meningkatkan pemahaman terkait teknis dan aturan pemasangan APK terhadap para calon, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke tiap parpol yang ada di Pangandaran.

"Harapannya, mereka bisa menyampaikanya ke tiap caleg terkait aturan tersebut secara utuh, jangan sampai ada pelanggaran," katanya. dede ihsan

loading…