SUMEDANG, ruber — Sejak digulirkan era Bupati Sumedang H Endang Sukandar, perputaran modal program Kusuma (Kredit Usaha Senyum Manis) telah mencapai Rp7 miliar. Awal digulirkan dana kredit program Hes-Hade ini hanya Rp1 miliar.

Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindusterian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumedang Dadang Sukma melalui Staf Koordinator Pendamping Program Kusuma Panji mengatakan, kali pertama digulirkan pada 2013, total dana yang disalurkan Rp1 miliar.

"Dan sekarang, seiring berjalannya waktu perputaran modal telah bertambah menjadi Rp7 miliar," ujarnya ditemui ruber di kantornya, Selasa (16/10/2018).

Panji menuturkan, hingga saat ini, jumlah angka kredit mencapai 3.000 dan jumlah pelaku usaha yang aktif dalam program ini sekitar 650 orang.

"Alhamdulillah, dari program Kusuma ini masyarakat sangat terbantu dan terhindar dari rentenir. Dengan plafon yang kecil, memungkinkan masyarakat untuk mengikuti program ini," tuturnya.

Panji menyebutkan, Kusuma merupakan program dana bergulir dari Pemda Sumedang ini ditujukan untuk para pelaku usaha mikro.

"Program Kusuma ini digulirkan sebagai upaya pemerintah dalam meminimalisasi rentenir di Suemdang," sebutnya.

Program Kusuma, kata Panji, telah dimulai sejak era pemerintahan Bupati H Endang Sukandar.

"Tujuannya, untuk melindungi masyarakat dari jerat rentenir dan membantu para pelaku usaha mikro dalam permodalan usahanya. Bentuknya berupa dana bergulir," ucapnya.

Program ini, kata Panji, melibatkan tiga pihak yakni Bank Sumedang, Pemda Sumedang dan Dinas Koperasi Sumedang.

"Sejak 2013 hingga saat ini terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui program ini. Bentuk sosialisasinya meliputi penyebaran brosur dan melalui pelaksanaan acara-acara yang dilakukan oleh tiap bidang di lingkungan dinas. Mulai dari pelatihan, seminar hingga lokakarya," sebutnya.

Panji menambahkan, syarat untuk mendapatkan bantuan dari program Kusuma ini cukup mudah. Di antaranya, harus memiliki usaha.

Untuk persyaratan administrasinya, lanjut Panji, masyarakat hanya perlu melampirkan pas foto suami istri, fotokopi KTP suami istri, fotokopi Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan Surat Keterangan Usaha dari desa.

"Nanti petugas lapangan akan melakukan survei dan analisa kelayakan usaha. Jika di-Acc (Accepted/Disetujui), surat nikah yang asli disimpan di dinas (Diskoperindag) sebagai jaminan," katanya. indra lesmana