PURWAKARTA, ruber — Tingginya peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Purwakarta belakangan ini harus jadi perhatian warga.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta mengimbau masyarakat waspada dengan segala bentuk kegiatan yang berpotensi terjadinya kebakaran.

Sebab, peristiwa kebakaran terjadi umumbya akibat kelalaian manusia.

"Dari pengalaman yang sering terjadi, kebakaran kebanyakan disebabkan akibat kelalaian manusia."

"Seperti membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan hingga penumpukkan colokan pada satu titik saklar, semua itu berpotensi kebakaran," ujat Kepala DPKPB Purwakarta Wahyu Wibisono, melalui Danru Damkar Pusat Purwakarta, Afif BJ, kepada ruber, Sabtu (11/8/2018).

Terlebih, kata Afif, saat ini musim kemarau, sehingga api sekecil apa pun sangat berpotensi memicu kebakaran.

Namun, kata Afif, dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi kapan pun, personel Damkar Purwakarta tetap siaga dan hingga saat ini persediaan atau stok air guna menanggulangi bencana kebakaran masih aman.

"Di musim kemarau potensi kebakaran bisa dikatakan besar, dengan demikian mari jauhi bentuk kegiatan yang bisa menimbulkan kebakaran," sebutnya.

Afif menuturkan, saat ini di wilayah Purwakarta terdapat dua titik hydrant aktif ditambah dengan ribuan stok air yang disimpan di toren yang ada di markas komando Damkar Kabupaten Purwakarta.

Namun, lanjut Afif, saat terjadi peristiwa darurat tak jarang petugas damkar memanfaatkan sumber air yang terdapat di sekitar lingkungan warga.

"Belajar dari pengalaman, seandainya stok air habis dan tempat kejadian perkara sangat jauh dengan sumber, air biasanya kami memanfaatkan yang ada."

"Seperti air limbah pun jadi kami sedot, dan itu pun klo kebakaran yang terjadi dalam skala besar," katanya. m supriadi